Pahami Seputar ISPA pada Anak yang Perlu Diketahui

  • 31 Agt 2026 00:33 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA menjadi salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami anak. Kondisi ini menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, bronkus hingga paru-paru. Orang tua perlu memahami gejala ISPA agar dapat memberikan perhatian dan penanganan sejak dini, sehingga kondisi anak tidak berkembang menjadi lebih berat.

Kemenkes menjelaskan, ISPA dapat disebabkan oleh berbagai agen infeksi, termasuk virus, bakteri, dan pada kondisi tertentu jamur. Anak juga lebih rentan mengalami infeksi karena sistem kekebalan tubuhnya masih dalam tahap perkembangan. Anak usia di bawah lima tahun bahkan dapat mengalami infeksi virus ringan beberapa kali dalam setahun.

Beberapa gejala ISPA yang perlu dikenali antara lain batuk, hidung tersumbat atau pilek, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, lemas, serta perubahan suara seperti suara serak. Pada kondisi tertentu, anak juga dapat mengalami mual, muntah, diare, dan penurunan nafsu makan.

Orang tua juga perlu mewaspadai apabila anak mengalami sesak atau kesulitan bernapas. Kemenkes menyebut, kesulitan bernapas dapat menjadi tanda serius karena infeksi bisa saja telah mencapai bagian paru-paru. Jika gejala semakin berat, anak sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.

Selain pengobatan yang sesuai dengan penyebab dan kondisi anak, pencegahan juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko ISPA. Orang tua dapat membiasakan anak mencuci tangan dengan baik, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan. Penggunaan masker juga dapat dipertimbangkan ketika kualitas udara sedang buruk atau saat berada di lingkungan yang berisiko.

Paparan asap rokok juga perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan anak. Kemenkes menyebut anak yang terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi pernapasan seperti pneumonia dan bronkitis, selain berbagai gangguan kesehatan pernapasan lainnya. Karena itu, lingkungan rumah dan tempat anak beraktivitas sebaiknya bebas dari asap rokok.

Dengan mengenali ISPA sejak dini, orang tua diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat ketika anak mulai menunjukkan gejala. Jangan menyepelekan keluhan yang disertai sesak napas atau kondisi yang semakin memburuk. Segera konsultasikan kondisi anak kepada tenaga kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat, sekaligus mencegah infeksi berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. (Sumber.Kemenkes)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....