Apakah Lawan dari Kondisi Heat Stroke adalah Cold Stroke?
- 27 Agt 2026 13:45 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Jika kita berbicara soal heat stroke yaitu kondisi ketika suhu tubuh seseorang meningkat secara drastis, maka akan lebih lengkap bila kita membahas hal sebaliknya. Lawan dari heat stroke bukanlah cold stroke. Dalam bahasa medis kondisi penurunan suhu tubuh secara drastis disebut hipotermia.
Melansir dari laman Siloam Hospital, seseorang bisa disebut mengalami hipotermia adalah ketika suhu tubuhnya berada dibawah 35 derajat celcius. Perlu diketahui bahwa suhu tubuh normal manusia berada di kisaran 36 - 37 derajat celcius.
Penyebab Seseorang Mengalami Hipotermia
Ketika seseorang mengalami hipotermia, suhu tubuhnya akan mengalami kesulitan untuk kembali pada angka normal. Sebetulnya apa yang menyebabkan hipotermia? Masih melansir dari laman Siloam Hospital, berikut beberapa penyebabnya antara lain,
- Berada di tempat bersuhu rendah dalam waktu yang lama.
- Mengenakan pakaian basah dalam cuaca dingin terlalu lama.
- Tidak mengenakan pakaian tebal saat cuaca dingin.
- Berendam di air dingin terlalu lama. Sebab suhu air dingin dapat menghilangkan panas tubuh 25 kali lebih cepat dibandingkan suhu udara dingin.
- Terpapar zat beracun.
- Menggunakan AC (pendingin ruangan) secara berlebihan.
- Mengalami infeksi, seperti sepsis.
Gejala Hipotermia
Apa saja gejala atau karakteristik yang muncul bila seseorang mengalami hipotermia? Pada kondisi ringan yaitu suhu tubuh di angka 32 - 35 derajat celcius orang akan mulai menggigil dan wajah tampak pucat. Kemudian mati rasa, pernapasan pendek, rasa kantuk, kulit terasa dingin saat disentuh, detak jantung cepat dan penurunan tingkat kesadaran.
Sedangkan pada kondisi gawat yaitu suhu tubuh di bawah 28 derajat celcius, gejala yang muncul antara lain kurangnya respons saat diberi rangsangan, otot mengalami kekakuan, denyut nadi melambat, pernapasan makin lemah dan hilang kesadaran atau henti jantung.
Langkah Penanganan Hipotermia
Penanganan pertama pada orang hipotermia yaitu rawat dengan lembut, jangan dipijat berlebihan karena bisa menyebabkan henti jantung. Kemudian pastikan tubuhnya kering dan pindahkan ke tempat yang lebih hangat lalu berilah selimut tebal atau kompres hangat. Hindari mengompres bagian kaki dan tangan karena dapat menyebabkan darah dingin mengalir kembali ke otak, jantung, dan paru-paru. Akibatnya, suhu inti tubuh akan turun secara drastis.
Beri minuman hangat bila kondisinya masih sadar, tetapi kalau korban mengalami henti jantung atau henti napas maka perlu dilakukan CPR. Apabila kondisi korban sudah masuk ke tahap kritis maka segeralah cari bantuan medis.
(Sumber: Siloam Hospital)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....