Hemofilia Salah Satu Kelainan Darah yang Perlu Mendapat Perhatian
- 26 Agt 2026 20:34 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Hemofilia merupakan salah satu kelainan darah yang perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan perdarahan berlangsung lebih lama.Hemofilia terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan atau gangguan pada faktor pembekuan darah tertentu. Kondisi tersebut membuat proses penghentian perdarahan tidak berlangsung sebagaimana mestinya. Hemofilia umumnya berkaitan dengan faktor genetik dan dapat diturunkan dalam keluarga.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah perdarahan yang sulit berhenti setelah mengalami luka. Selain itu, penderita dapat mengalami mudah memar, perdarahan yang berulang, serta perdarahan pada sendi atau otot. Gejala yang muncul dapat berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan penyakit.
Perdarahan pada sendi menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai karena jika terjadi berulang dapat menimbulkan nyeri, pembengkakan, hingga gangguan pergerakan. Karena itu, penderita hemofilia membutuhkan pemantauan kesehatan dan penanganan yang sesuai untuk mencegah komplikasi.
Hemofilia tidak dapat ditularkan melalui kontak sehari-hari. Kondisi ini berkaitan dengan kelainan genetik sehingga diperlukan perhatian terhadap riwayat kesehatan keluarga. Pemeriksaan medis penting dilakukan apabila terdapat tanda-tanda perdarahan yang tidak normal atau riwayat hemofilia dalam keluarga.
Kemenkes mengatakan Penanganan hemofilia dilakukan berdasarkan kondisi dan tingkat keparahan pasien. Terapi dapat diberikan untuk membantu menggantikan faktor pembekuan darah yang kurang atau tidak berfungsi dengan baik. Pemeriksaan dan pengobatan sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan agar terapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Masyarakat diimbau tidak mengabaikan perdarahan yang terjadi berulang atau sulit berhenti. Mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan pemeriksaan medis dapat membantu penderita memperoleh penanganan yang tepat. Dengan pengelolaan yang baik, penderita hemofilia tetap dapat menjalani aktivitas dan menjaga kualitas hidupnya.(Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....