Efek Kabut Asap yang Berbahaya bagi Kesehatan
- 23 Agt 2026 13:12 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla bukan hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Asap hasil pembakaran mengandung partikel halus, termasuk PM2,5, yang berukuran sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga paru-paru.
Paparan kabut asap dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk, hingga sesak napas. Dalam kondisi tertentu, paparan asap juga dapat meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA serta memperburuk penyakit pernapasan yang sudah dimiliki seseorang.
Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih adalah bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit asma, penyakit paru kronis, atau gangguan jantung. Kelompok tersebut dinilai lebih rentan mengalami dampak kesehatan ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.
Kemenkes mengingatkan, semakin tinggi tingkat pencemaran udara dan semakin lama seseorang terpapar, maka semakin besar pula risiko gangguan kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu memantau kualitas udara secara berkala dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara berada pada tingkat tidak sehat.
Untuk mengurangi paparan asap, masyarakat dianjurkan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, upayakan berada di dalam ruangan, hindari aktivitas fisik yang terlalu berat di luar rumah, perbanyak minum air putih, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Kondisi kabut asap juga perlu diwaspadai karena dapat memicu peningkatan kasus ISPA. Kemenkes menghimbau masyarakat tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul selama terpapar kabut asap. Jika mengalami sesak napas, batuk yang menetap, nyeri dada, atau iritasi mata berat, segera mencari pertolongan di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Dengan membatasi paparan, menggunakan masker, dan memantau kualitas udara, risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat diminimalkan. (Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....