Dinkes Nunukan Perkuat Pencegahan DBD Berdasarkan Data 2025

  • 06 Agt 2026 11:11 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • DBD di Nunukan mencapai 120 kasus dengan konsentrasi tertinggi di Sebatik Timur.
  • Dinas Kesehatan mengintensifkan edukasi masyarakat dan pemberantasan sarang nyamuk sebelum musim DBD.
  • Fogging dilakukan berdasarkan temuan kasus untuk mencegah resistensi nyamuk terhadap insektisida.

RRI.CO.ID, Nunukan - Dinas Kesehatan memperkuat pencegahan Demam Berdarah Dengue atau DBD setelah 120 kasus ditemukan di Kabupaten Nunukan. Sebatik Timur menjadi wilayah dengan konsentrasi kasus tertinggi.

Berdasarkan Data Profil Kesehatan Kabupaten Nunukan Tahun 2025 kasus DBD di Kabupaten Nunukan tercatat mencapai 120 orang. Pencegahan dilakukan melalui edukasi masyarakat dan pengendalian sektor penyakit. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan, Miskia. Kamis (06/08/2026).

"Ada. Kalau itu sudah kita, kita sudah edukasi masyarakat, sudah kita siapkan bahwa setiap bulan-bulan sekian pasti musim DBD ya, karena hujan, panas, gitu ya. Kita sudah edukasi untuk mereka tetap membersihkan lingkungannya, kerja bakti, menjaga agar tidak terjadi lagi DBD," katanya.

Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat rutin membersihkan lingkungan untuk menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menekan peningkatan kasus saat musim hujan.

Fogging hanya dilakukan setelah adanya laporan kasus dan hasil pemeriksaan petugas di lapangan. Kebijakan itu diterapkan untuk mencegah nyamuk menjadi kebal terhadap insektisida.

"Nah, kalaupun ada kasus, biasanya dilaporkan ke kita, dan supaya kita turun melihat, dan itu kita lakukan fogging, kalau perlu di fogging. Karena untuk melakukan fogging tidak asal fogging ya, kalau tidak ada kasus, karena nanti akan membuat nyamuk-nyamuknya pada kebal. Jadi pasti kita turun, dan itu sudah kita lakukan setiap saat," ujarnya.

Petugas puskesmas terus memantau lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Edukasi kepada warga dilakukan secara berkelanjutan di wilayah rawan DBD.

"Teman-teman puskesmas juga sudah turun. Ada petugas kita ya, untuk memperhatikan di mana nanti yang berpotensi untuk menjadi sarang nyamuk. Nah, itu di situ yang diedukasi masyarakat ya, selalu siap membersihkan lingkungannya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....