Dampak dari Hilangnya Kebiasaan Mengobrol bagi Kesehatan dan Kebahagiaan
- 11 Jul 2026 11:34 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana perubahan ini memengaruhi kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan manusia?
Manusia merupakan makhluk yang sangat mengandalkan percakapan. Berbagai nuansa komunikasi, seperti intonasi suara, ekspresi halus dalam percakapan, hingga kehangatan suara lawan bicara, memainkan peran penting dalam interaksi sosial.
Percakapan tatap muka melibatkan proses sosial dan kognitif yang berbeda dibandingkan komunikasi berbasis teks. Karena itu, percakapan langsung dinilai memiliki manfaat bagi kesejahteraan yang tidak mudah digantikan oleh aplikasi maupun media sosial.
Baca Juga: Invasi Mongol Meninggalkan Jejak Mendalam di Jepang
Para peneliti juga menekankan, menambah sekitar 300 kata percakapan setiap hari mungkin menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi perasaan terisolasi dan berkontribusi dalam mengatasi meningkatnya kesepian.
Tim peneliti mengajak masyarakat untuk mulai mengembalikan sebagian dari ratusan kata yang kini tidak lagi diucapkan dalam interaksi sehari-hari. Menurut mereka, upaya tersebut penting agar masyarakat tidak semakin terjerumus ke dalam keheningan dan tetap mempertahankan hubungan antarmanusia melalui percakapan langsung. (Sumber: Nationalgeographic
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....