Dukungan Gizi Jadi Kunci Keberhasilan Pengobatan Anak dengan Kanker
- 10 Jul 2026 00:58 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa dukungan gizi merupakan bagian penting dalam penanganan anak dengan kanker. Asupan gizi yang optimal tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan energi selama menjalani pengobatan, tetapi juga meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat proses pemulihan, serta mendukung keberhasilan terapi.
Tubuh anak yang sedang menjalani kemoterapi, radioterapi, maupun operasi bekerja lebih keras dibandingkan kondisi normal. Selain melawan sel kanker, tubuh juga membutuhkan energi untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat pengobatan. Karena itu, pemenuhan kalori, protein, vitamin, dan mineral menjadi faktor penting agar anak tetap kuat menjalani seluruh rangkaian terapi.
Status gizi yang baik terbukti membantu anak lebih mampu menerima pengobatan dengan risiko komplikasi yang lebih rendah. Sebaliknya, kekurangan gizi dapat menyebabkan penurunan berat badan, melemahnya sistem kekebalan tubuh, meningkatnya risiko infeksi, hingga menghambat efektivitas pengobatan kanker. Selain itu, kecukupan gizi juga berperan menjaga proses tumbuh kembang anak yang tetap berlangsung meskipun sedang sakit.
Kemenkes menganjurkan orang tua untuk menerapkan pola makan seimbang dengan mencukupi kebutuhan kalori dan protein. Konsumsi sayur dan buah kaya antioksidan, sumber protein berkualitas, susu, yoghurt, telur, ikan, serta lemak sehat seperti omega-3 juga dianjurkan. Sebaliknya, makanan tinggi gula, lemak jenuh, makanan cepat saji, serta makanan dengan banyak pengawet dan pewarna buatan sebaiknya dibatasi.
Selama menjalani terapi, anak sering mengalami efek samping seperti mual, muntah, sariawan, mulut kering, sembelit, diare, atau hilangnya nafsu makan. Untuk mengatasinya, orang tua disarankan memberikan makanan dalam porsi kecil namun lebih sering, memilih makanan bertekstur lembut, menghindari makanan yang terlalu pedas atau berbau tajam, serta memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi sesuai kondisi anak. Penyesuaian pola makan ini bertujuan agar kebutuhan gizi tetap tercukupi meski nafsu makan menurun.
Selain memperhatikan jenis makanan, keamanan pangan juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Makanan harus diolah secara higienis, dimasak hingga matang, dan disimpan dengan benar untuk mengurangi risiko infeksi. Apabila anak mengalami kesulitan makan dalam waktu lama atau berat badan terus menurun, orang tua dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter maupun ahli gizi agar memperoleh penanganan yang sesuai.
Kemenkes berharap pemahaman masyarakat mengenai pentingnya dukungan gizi pada anak dengan kanker terus meningkat. Dengan pengobatan yang tepat, dukungan keluarga, serta pemenuhan gizi yang optimal, peluang keberhasilan terapi dan kualitas hidup anak dapat ditingkatkan sehingga mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh sehat dan menjalani masa depan yang lebih baik. (Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....