Perlu Diwaspadai sejak Dini Penyakit Neoplasma pada Balita
- 07 Jun 2026 00:21 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Kemenkes mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit neoplasma pada balita. neoplasma terjadi ketika sel tubuh tumbuh tidak terkendali sehingga membentuk massa atau tumor. Penyakit ini dapat muncul di berbagai organ tubuh, termasuk otak, darah, ginjal, tulang, maupun jaringan lunak. Pada balita, beberapa jenis kanker yang cukup sering ditemukan antara lain leukemia, tumor otak, neuroblastoma, dan retinoblastoma.
Neoplasma adalah pertumbuhan sel atau jaringan yang tidak normal dan dapat bersifat jinak maupun ganas. Pada balita, kondisi ini perlu dikenali sejak dini karena dapat memengaruhi tumbuh kembang anak dan memerlukan penanganan medis yang cepat dan tepat.
Gejala neoplasma pada balita sering kali tidak spesifik sehingga mudah disalahartikan sebagai penyakit biasa. Tanda yang perlu diwaspadai meliputi demam berkepanjangan, pucat, mudah lelah, penurunan berat badan, pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, sakit kepala berulang, muntah tanpa sebab jelas, hingga gangguan penglihatan. Orang tua dianjurkan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan bila gejala tersebut muncul terus-menerus.
Kemenkes menjelaskan bahwa penyebab neoplasma pada anak belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko, seperti kelainan genetik, paparan radiasi, infeksi tertentu, serta riwayat keluarga dengan kanker. Meski demikian, sebagian besar kasus kanker pada anak terjadi tanpa faktor risiko yang jelas.
Penanganan neoplasma pada balita bergantung pada jenis dan stadium penyakit. Terapi dapat meliputi operasi, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi beberapa metode dan pengobatan harus dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki layanan onkologi anak agar anak mendapatkan perawatan yang optimal dan aman.
Deteksi dini menjadi kunci utama untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Pemeriksaan rutin kesehatan anak, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, serta perhatian terhadap perubahan perilaku atau kondisi fisik anak sangat penting dilakukan. Jika dicurigai adanya neoplasma, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah, pencitraan, atau biopsi untuk memastikan diagnosis.
Kemenkes mengajak masyarakat untuk tidak takut mencari pertolongan medis lebih awal. Dukungan keluarga, kepatuhan terhadap pengobatan, serta pemenuhan gizi dan imunisasi anak turut berperan dalam menjaga kesehatan balita. Dengan deteksi dan penanganan dini, peluang anak untuk sembuh dan tumbuh sehat dapat meningkat secara signifikan. (Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....