Kanker nasofaring salah satu jenis penyakit yang terjadi pada anak-anak

  • 17 Jun 2026 00:02 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Karsinoma nasofaring atau kanker nasofaring merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang bagian nasofaring, yakni area di belakang hidung yang terhubung dengan tenggorokan. Meski lebih sering ditemukan pada orang dewasa, penyakit ini juga dapat terjadi pada anak-anak sehingga memerlukan perhatian khusus dari orang tua dan tenaga kesehatan.

Kemenkes menjelaskan bahwa karsinoma nasofaring termasuk salah satu kanker kepala dan leher yang cukup umum di beberapa wilayah Asia. Walaupun kasus pada anak relatif jarang, pemahaman mengenai penyakit ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan mendukung penanganan yang lebih cepat.

Beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker nasofaring pada anak. Di antaranya adalah infeksi Virus Epstein-Barr (EBV), faktor keturunan atau riwayat keluarga, serta faktor lingkungan seperti kebiasaan mengonsumsi makanan yang diasinkan dalam jangka panjang.

Gejala yang perlu diwaspadai meliputi telinga berdengung atau gangguan pendengaran, hidung tersumbat yang berlangsung lama, mimisan berulang, sakit kepala persisten, munculnya benjolan di leher, hingga gangguan penglihatan. Karena gejalanya sering menyerupai penyakit saluran pernapasan biasa, banyak kasus baru terdeteksi pada tahap lanjut.

Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik pada area nasofaring menggunakan endoskop, dilanjutkan dengan biopsi jaringan apabila ditemukan kelainan. Pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau MRI juga digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran kanker.

Penanganan karsinoma nasofaring umumnya dilakukan melalui radioterapi, kemoterapi, terapi target, atau kombinasi beberapa metode tersebut. Pemilihan terapi disesuaikan dengan kondisi pasien dan stadium penyakit yang diderita.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mengurangi konsumsi makanan yang diasinkan. Selain itu, orang tua diharapkan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala yang mencurigakan, karena deteksi dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan mencegah komplikasi yang lebih serius.(Sumber.Kemenkes)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....