Dampak Psikososial Obesitas pada Anak

  • 04 Jun 2026 12:43 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Obesitas pada anak tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan sosial anak. Untuk anak yang mengalami obesitas berisiko menghadapi berbagai masalah psikososial yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya.

Obesitas dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak. Selain meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti masalah pernapasan dan kelainan pada sistem gerak akibat berat badan berlebih, obesitas juga dapat menimbulkan dampak emosional yang serius.

Salah satu dampak psikososial yang kerap dialami anak obesitas adalah menurunnya aktivitas fisik. Berat badan yang berlebih membuat gerakan anak menjadi lebih lamban sehingga mereka cenderung kurang aktif dibandingkan teman-teman seusianya. Kondisi ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kemampuan anak dalam berinteraksi sosial.

Selain itu, anak yang mengalami obesitas sering kali merasa kurang percaya diri terhadap penampilannya. Perasaan tersebut dapat berkembang menjadi rasa rendah diri, terutama ketika mereka membandingkan diri dengan teman sebaya atau menerima komentar negatif dari lingkungan sekitar.

Kemenkes menyoroti bahwa anak obesitas berpotensi menjadi sasaran ejekan atau perundungan. Pengalaman tersebut dapat memicu stres, kesedihan, hingga gangguan kesehatan mental apabila terjadi secara terus-menerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup anak.

Dampak lainnya adalah kecenderungan anak menarik diri dari lingkungan pergaulan. Ketika merasa tidak diterima atau sering mendapat perlakuan negatif, anak dapat memilih menghindari aktivitas sosial. Akibatnya, kemampuan bersosialisasi dan perkembangan emosional mereka berisiko terganggu.

Karena itu, Kementerian Kesehatan mengajak orang tua untuk menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga sejak dini. Upaya yang dapat dilakukan antara lain memberikan makanan bergizi seimbang, mendorong anak aktif bergerak minimal 30 menit setiap hari, menjaga kualitas tidur, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi apabila diperlukan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mencegah obesitas sekaligus melindungi kesehatan fisik dan mental anak. (Sumber.Kemenkes)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....