Mengenal Golongan Darah Paling Langka di Dunia, Apa Saja?

  • 22 Mei 2026 14:59 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Selama ini, masyarakat pada umumnya hanya akrab dengan empat jenis golongan darah, yaitu A, B, AB, dan O. Namun faktanya, terdapat jenis golongan darah lain yang dikategorikan sangat langka di dunia.

Secara keseluruhan, dunia medis mencatat ada sekitar 33 sistem golongan darah. Meski demikian, hanya ada dua sistem yang digunakan secara luas, yakni sistem ABO serta sistem Rhesus (Rh positif dan Rh negatif).

Perpaduan kedua sistem ini membentuk beberapa golongan darah dasar. Karena penyebarannya yang tidak merata di populasi global, beberapa jenis golongan darah pun masuk dalam kategori langka.

Golongan Darah Emas (Rh-Null)

Golongan darah langka yang pertama adalah golongan darah emas. Melansir dari MedicineNet, darah emas atau golongan darah Rh-Null merupakan kondisi di mana sel darah merah tidak memiliki antigen Rh (protein) sama sekali.

Sebagai gambaran, pada sistem ABO, seseorang dikategorikan Rh positif atau Rh negatif berdasarkan ada atau tidak adanya faktor Rh-D. Sementara pada pemilik golongan darah emas, mereka sama sekali tidak memiliki seluruh jenis antigen Rh. Hal ini berbeda dengan pemilik Rh negatif biasa yang hanya kekurangan antigen Rh-D.

Golongan darah emas ini pertama kali ditemukan pada suku Aborigin di Australia. Saking langkanya, dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, tercatat kurang dari 50 orang di dunia yang diketahui memiliki golongan darah ini.

Meski demikian, golongan darah emas ini memiliki keistimewaan tersendiri karena dapat didonorkan kepada siapa saja yang memiliki golongan darah langka dalam sistem Rh. Ketiadaan antigen pada sel darah merahnya membuat darah emas ini bertindak sebagai donor universal sejati untuk kasus-kasus langka.

Golongan Darah Rhesus Negatif

Jenis yang kedua adalah golongan darah dengan Rhesus (Rh) negatif. Di Amerika Serikat, pemilik Rh negatif hanya berkisar sekitar 7 persen dari total populasi. Faktor Rhesus sendiri merupakan jenis protein atau antigen yang terletak di permukaan sel darah merah.

Jika sel darah merah anda memiliki protein ini, maka golongan darah anda adalah Rh positif. Sebaliknya, jika protein tersebut tidak ditemukan, maka anda memiliki golongan darah Rh negatif.

Golongan darah Rhesus negatif tergolong langka karena mayoritas penduduk dunia memiliki Rhesus positif. Pemilik Rh negatif sebenarnya tidak perlu khawatir karena kondisi ini umumnya tidak memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kendati demikian, perhatian khusus diperlukan bagi ibu hamil yang memiliki Rh negatif namun mengandung bayi dengan Rh positif. Ketidakcocokan Rhesus antara ibu dan janin (inkompatibilitas rhesus) berisiko membahayakan kehamilan, terutama pada kehamilan anak kedua. Oleh karena itu, ibu hamil dengan kondisi ini memerlukan pemantauan dan perawatan medis khusus.

(Sumber: Gramedia.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....