Waspada Hantavirus: Mengenal Gejala dan Risiko Penularan
- 07 Mei 2026 08:37 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Kasus Hantavirus ditemukan di kapal pesiar MV Hondius yang tengah berlayar di Samudra Atlantik pada awal Mei 2026. Temuan ini memicu pertanyaan besar: seberapa risiko penyebaran virus tersebut bagi manusia?
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dari genus Hantavirus (famili Bunyaviridae). Virus ini tidak ditularkan antarmanusia secara umum, melainkan melalui hewan pengerat (rodensia) seperti tikus dan mencit. Secara historis, Hantavirus pertama kali diidentifikasi pada rodensia (Apodemus agrarius) di dekat Sungai Hantan, Korea Selatan, pada tahun 1978.
Temuan ini diyakini berkaitan dengan lebih dari 3.000 kasus demam berdarah yang menyerang pasukan PBB pasca-Perang Korea pada 1951hingga 1953. Terdapat dua manifestasi klinis utama dari infeksi Hantavirus.
Pertama, HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome), dikenal sebagai hantavirus "Old World". Jenis ini menyebabkan gangguan ginjal akut dan banyak ditemukan di Eropa dan Asia.
Kedua adalah HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome): Dikenal sebagai hantavirus "New World". Jenis ini menyebabkan gangguan paru-paru berat dan banyak tersebar di Benua Amerika.
Seseorang dapat tertular Hantavirus melalui udara dengan menghirup aerosol atau partikel udara yang terkontaminasi urin, tinja, atau air liur rodensia yang terinfeksi. Kemudian, kontak langsung melalui kulit yang luka atau gigitan hewan pengerat, meski probabilitasnya lebih kecil.
Pada 2 Mei 2026, klaster penumpang dengan penyakit pernapasan parah dilaporkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hingga 4 Mei 2026, tercatat tujuh kasus dengan rincian dua kasus terkonfirmasi laboratorium dan lima kasus berstatus suspek.
Dari total tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, satu pasien dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya bergejala ringan. Investigasi awal menunjukkan dua korban jiwa sempat melakukan perjalanan ke Amerika Selatan sebelum naik kapal. Mengingat masa inkubasi virus ini bisa mencapai delapan minggu, paparan diduga kuat terjadi saat mereka berada di wilayah endemik di Amerika Selatan.
Kapal MV Hondius membawa 147 penumpang dan kru berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026. Kapal telah melintasi Atlantik Selatan dengan pemberhentian di Antartika, South Georgia, hingga Ascension Island. Per 4 Mei 2026, kapal tersebut dilaporkan sedang bersandar di lepas pantai Cabo Verde.
WHO menyatakan penyakit ini relatif langka namun tingkat keparahannya tinggi serta dapat mematikan. Meski begitu, WHO menilai risiko terhadap populasi global dari peristiwa ini sebagai rendah dan akan terus memantau situasi epidemiologi dan memperbarui penilaian risiko.
Sumber: WHO dan Kementerian Kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....