Dehidrasi pada Anak Perlu Diwaspadai, Orang Tua Diminta Kenali Gejalanya

  • 30 Apr 2026 22:52 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Dehidrasi pada anak merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan yang masuk, sehingga keseimbangan cairan dan elektrolit terganggu. Kondisi ini perlu diwaspadai karena anak, terutama bayi dan balita, lebih rentan mengalami kekurangan cairan dibandingkan orang dewasa.

Dehidrasi pada anak umumnya disebabkan oleh berbagai faktor, seperti diare, muntah, demam, cuaca panas, serta kurangnya asupan cairan. Aktivitas fisik yang tinggi juga dapat mempercepat hilangnya cairan dalam tubuh anak.

Gejala dehidrasi pada anak dapat dikenali sejak dini, di antaranya mulut kering, jarang buang air kecil, tidak ada air mata saat menangis, serta kondisi tubuh yang tampak lemas atau rewel. Pada kondisi yang lebih berat, anak dapat mengalami penurunan kesadaran dan harus segera mendapatkan penanganan medis.

Jika tidak ditangani dengan baik, dehidrasi dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius. Mulai dari gangguan elektrolit, penurunan daya tahan tubuh, hingga gangguan fungsi organ. Dalam kondisi berat, dehidrasi bahkan dapat mengancam nyawa anak.

Penanganan dehidrasi pada anak bergantung pada tingkat keparahannya. Pada kondisi ringan hingga sedang, anak dapat diberikan cairan seperti air putih, ASI, atau larutan rehidrasi oral (oralit). Sementara pada kondisi berat, diperlukan penanganan medis melalui pemberian cairan infus di fasilitas kesehatan.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup setiap hari, terutama saat cuaca panas atau ketika sedang sakit. Orang tua juga dianjurkan untuk memberikan cairan tambahan saat anak mengalami demam, diare, atau muntah.

Kementerian Kesehatan mengimbau para orang tua untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda dehidrasi pada anak. Dengan mengenali gejala sejak dini dan melakukan penanganan yang tepat, risiko komplikasi dapat dicegah sehingga kesehatan anak tetap terjaga. (Sumber.Kemenkes)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....