Anak Menggunakan Gawai Dirumah tanpa Pendampingan Orang Tua
- 21 Jul 2026 14:24 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Perkembangan teknologi digital menghadirkan perubahan besar dalam kehidupan anak. Kini, selain guru di sekolah yang mengajar melalui kurikulum dan ruang kelas, terdapat "guru" lain yang hadir melalui layar gawai. Algoritma media digital bekerja tanpa henti menyajikan berbagai jenis konten yang mampu menarik perhatian anak, bahkan sering kali memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan arahan dari keluarga maupun sekolah.
Pembahasan mengenai paparan pornografi pada anak kerap dimulai dengan pertanyaan mengapa anak dapat mengakses konten tersebut. Namun, persoalan yang lebih mendasar adalah mengapa konten seksual dan berbagai materi dewasa dapat lebih dahulu hadir dan "mengajarkan" sesuatu kepada anak sebelum mereka memperoleh pendidikan yang tepat dari orang tua maupun tenaga pendidik.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tantangan utama tidak hanya terletak pada keberadaan konten negatif, tetapi juga pada ekosistem digital yang memungkinkan akses berlangsung begitu mudah. Di sisi lain, pendampingan orang tua dan literasi digital masih belum merata, sehingga banyak anak menjelajahi dunia digital tanpa pengawasan yang memadai.
Algoritma media sosial dan berbagai platform digital dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. Akibatnya, anak-anak lebih sering menerima rangsangan visual dan informasi secara cepat dan terus-menerus. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pola belajar, kemampuan berkonsentrasi, hingga cara mereka memahami hubungan sosial apabila tidak diimbangi dengan bimbingan yang tepat.
Karena itu, perlindungan anak di ruang digital memerlukan keterlibatan seluruh pihak. Orang tua, sekolah, pemerintah, penyedia platform digital, dan masyarakat perlu memperkuat literasi digital, meningkatkan pendampingan penggunaan gawai, serta menciptakan lingkungan digital yang lebih aman. Dengan demikian, anak dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan berkembang tanpa kehilangan kesempatan memperoleh nilai-nilai yang semestinya diajarkan oleh keluarga dan pendidikan formal. ( Sumber : Kemkes Ri )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....