Waspada Penggunaan Headset Berlebihan saat Virtual Meeting

  • 15 Apr 2026 14:06 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Tren kerja secara daring atau virtual meeting yang semakin meningkat pascapandemi membawa kemudahan dalam beraktivitas. Namun di balik itu, masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan telinga akibat penggunaan perangkat audio yang berlebihan.

Sejak pandemi COVID-19, pola kerja mengalami perubahan signifikan dari tatap muka menjadi virtual menggunakan berbagai platform digital. Kebiasaan ini masih terus berlangsung hingga kini karena dinilai lebih fleksibel dan efisien dalam menunjang pekerjaan.

Dalam aktivitas virtual meeting, banyak pekerja menggunakan perangkat seperti headphone, headset, atau earphone untuk mendukung komunikasi. Penggunaan perangkat ini dalam jangka waktu lama berpotensi menimbulkan gangguan pada pendengaran jika tidak digunakan secara bijak.

Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah noise-induced hearing loss (NIHL), yaitu gangguan pendengaran akibat paparan suara keras dalam waktu lama. Kondisi ini bersifat permanen dan tidak dapat disembuhkan, baik melalui pengobatan maupun tindakan operasi.

Untuk mencegah gangguan tersebut, masyarakat dianjurkan melakukan virtual meeting di tempat yang tenang tanpa selalu menggunakan perangkat audio di telinga. Selain itu, penting untuk menjaga volume suara tetap dalam batas aman saat menggunakan headset atau earphone.

Pengguna juga disarankan untuk membatasi durasi penggunaan perangkat audio serta menjauh dari sumber suara bising saat melakukan pertemuan daring. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko kerusakan pada indera pendengaran.

Apabila mengalami gejala gangguan pendengaran, masyarakat diimbau segera berkonsultasi dengan tenaga medis, khususnya dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan. Pemeriksaan dini sangat penting untuk mengetahui kondisi pendengaran secara tepat.

Dengan meningkatnya aktivitas digital, kesadaran menjaga kesehatan telinga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Pola penggunaan perangkat audio yang bijak diharapkan dapat menjaga kualitas pendengaran sekaligus mendukung produktivitas kerja secara berkelanjutan.(Sumber.Kemenkes)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....