Waspada Osteosarkoma, Kanker Tulang yang Rentan Serang Remaja
- 13 Apr 2026 11:00 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap osteosarkoma atau kanker tulang yang banyak menyerang anak-anak dan remaja. Penyakit ini tergolong kanker ganas yang dapat merusak jaringan tulang dan berpotensi menyebar ke organ lain jika tidak ditangani sejak dini.
Osteosarkoma merupakan tumor ganas yang berasal dari sel pembentuk tulang dan umumnya berkembang pada tulang panjang seperti paha, lengan, dan tulang kering. Penyakit ini paling sering terjadi pada masa pertumbuhan, terutama pada usia remaja dan dewasa muda.
Gejala awal osteosarkoma kerap tidak disadari. Penderita biasanya mengalami nyeri pada tulang atau sendi yang berlangsung lama, disertai munculnya benjolan di sekitar area yang terkena, terutama di bagian lutut atau bahu. Kondisi ini dapat semakin parah hingga menyebabkan pembengkakan dan kesulitan bergerak.
Selain itu, gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain demam, kelelahan, penurunan berat badan, hingga risiko patah tulang akibat melemahnya struktur tulang. Pada beberapa kasus, kanker ini juga dapat menyebar ke organ lain seperti paru-paru apabila tidak segera ditangani.
Penyebab pasti osteosarkoma belum diketahui secara jelas. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan perubahan sel saat proses pertumbuhan tulang yang cepat. Beberapa faktor risiko seperti riwayat genetik, paparan radiasi, serta gangguan pada tulang juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit ini.
Untuk menegakkan diagnosis, diperlukan pemeriksaan medis seperti rontgen, CT scan, hingga MRI, serta biopsi guna memastikan jenis dan tingkat penyebaran kanker. Sementara itu, penanganan osteosarkoma umumnya meliputi operasi, kemoterapi, dan radioterapi sesuai kondisi pasien.
Melalui edukasi kesehatan, masyarakat diharapkan lebih peka terhadap gejala sejak dini. Deteksi awal menjadi kunci penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan, sehingga generasi muda dapat terhindar dari dampak serius kanker tulang di masa depan. (Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....