Mengenal Kanker Darah: Gejala dan Penyebab

  • 20 Feb 2026 11:12 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Kanker darah putih atau leukemia adalah jenis kanker yang menyerang jaringan pembentuk sel darah, termasuk sumsum tulang dan kelenjar getah bening. Kanker ini biasanya mempengaruhi sel darah putih, yang berfungsi sebagai bagian dari sistem imun tubuh.

Pengertian

Pada orang yang sehat, sel darah putih diproduksi oleh sumsum tulang dan mengalami regenerasi sesuai dengan siklus hidup mereka. Namun, pada orang dengan leukemia, sumsum tulang menghasilkan sejenis sel darah putih dalam jumlah yang tidak normal, yang menyebabkan peningkatan jumlah sel jenis tersebut.

Ada berbagai jenis leukemia, yang dapat dikategorikan berdasarkan sejauh mana penyakit tersebut berkembang (akut atau kronis), dan sel darah putih mana yang terpengaruh (mieloid atau limfositik).

Leukemia akut berkembang secara cepat dan tiba-tiba, sementara leukemia kronis berkembang secara perlahan dan gejala awalnya bisa tampak ringan.

Berdasarkan pengelompokan tersebut, terdapat empat jenis utama leukemia yang paling umum:

  • Leukemia Limfositik Akut: Biasanya menyerang anak-anak, namun juga bisa terjadi pada orang dewasa.

  • Leukemia Mielositik Akut: Ditemukan pada orang dewasa, tetapi juga bisa menyerang anak-anak.

  • Leukemia Limfositik Kronis: Ditemukan pada orang dewasa dan anak-anak. Umumnya tidak menunjukkan gejala selama beberapa tahun pertama.

  • Leukemia Mielositik Kronis: Umumnya terjadi pada orang dewasa. Mungkin tidak menunjukkan gejala selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sebelum masuk fase di mana sel mulai diproduksi dengan lebih cepat.

Penyebab

Penyebab pasti leukemia belum diketahui dengan pasti, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita leukemia:

  • Faktor Genetik: Beberapa kondisi genetik seperti sindrom Down dan ataxia telangiectasia dapat meningkatkan risiko seseorang terkena leukemia.

  • Paparan Radiasi dan Bahan Kimia: Paparan radiasi tingkat tinggi dan bahan kimia tertentu seperti benzena, serta pengobatan kanker tertentu, dapat meningkatkan risiko leukemia.

  • Merokok: Merokok diketahui meningkatkan risiko leukemia mielositik akut.

  • Riwayat Pengobatan Kanker: Orang yang pernah menjalani kemoterapi atau radioterapi untuk kanker lain memiliki risiko lebih tinggi terkena leukemia.

  • Gangguan Darah: Orang dengan sejarah gangguan darah tertentu, seperti myelodysplastic syndrome, memiliki risiko lebih tinggi terkena leukemia.

  • Penyakit Sistem Kekebalan: Beberapa penyakit sistem kekebalan seperti HIV/AIDS dapat meningkatkan risiko leukemia.

Perlu diingat bahwa memiliki satu atau lebih faktor risiko ini tidak berarti seseorang pasti akan menderita leukemia. Untuk tahu kondisi Anda lebih lanjut, Anda bisa berkonsultasi dan diskusi dengan dokter jika memiliki faktor risiko di atas..

Gejala

Gejala leukemia bisa beragam dan bergantung pada jenis leukemia yang dialami. Beberapa gejala umum yang mungkin dialami oleh pasien leukemia meliputi:

  • Demam atau menggigil.

  • Kelelahan atau kelemahan yang berlebihan.

  • Penurunan berat badan tanpa sebab.

  • Berkeringat secara berlebihan, terutama di malam hari.

  • Mudah mendapatkan lebam atau pendarahan.

  • Pembesaran kelenjar getah bening.

  • Pembesaran hati atau limpa.

  • Sering mengalami mimisan.

  • Nyeri tulang.

  • Bintik-bintik merah pada kulit (petekiae).

Diagnosis

Untuk mendiagnosis leukemia, prosesnya biasanya melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Wawancara Medis: Dokter akan menanyakan tentang riwayat medis pasien, termasuk gejala yang dialami dan riwayat kesehatan keluarga.

  • Pemeriksaan Fisik: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda leukemia, seperti kulit pucat, pembesaran kelenjar getah bening, dan pembesaran hati atau limpa.

  • Pemeriksaan Darah: Tes darah dapat membantu menentukan jumlah dan jenis sel darah dalam tubuh, dan apakah sel-sel darah tampak normal.

  • Pemeriksaan Sumsum Tulang: Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel sumsum tulang, biasanya dari panggul, untuk diperiksa di laboratorium.

  • Tes lainnya: Dokter mungkin juga menyarankan tes tambahan seperti tes genetik atau pencitraan untuk menentukan sejauh mana leukemia telah menyebar dan tingkat keparahannya.( Sumber:Kemenkes Ri )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....