Ibu Hamil Pantang Makan Ikan Asin-Nanas? Ini Faktanya
- 29 Jan 2026 09:01 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Setiap daerah memiliki pola makan tertentu yang disertai kepercayaan kan pantangan, tabu dan larangan bagi ibu hamil. Berbagai pantangan tersebut mungkin dimaksudkan untuk menjaga kesehatan, namun kondisi tersebut justru dapat menyebabkan kurang terpenuhinya nutrisi bagi ibu hamil dan janin.
Dikutip dari Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia oleh Siti Nurul Huda, dkk (2019), penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dengan jumlah informan 8 orang yang merupakan masyarakat dan penduduk suku Dayak.
Adapun, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data diperoleh dengan wawancara mendalam dan analisis data menggunakan content analysis.
Kelompok makanan yang menjadi pantangan terdiri dari sumber makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah-buahan hingga minuman. Lantas, apakah betul makanan tersebut tidak baik bagi ibu hamil dan sang buah hati?
1. Ketan hitam bikin sakit pinggang
Alasan ibu hamil suku Dayak pantang memakan ketan hitam karena dipercaya dapat menyebabkan sakit pinggang. Faktanya, ketan hitam merupakan sumber karbohidrat yang cukup tinggi serta memiliki kandungan lemak yang rendah dan kaya akan serat yang baik bagi pencernaan.
| Baca juga: Manfaat Konsumsi Ikan untuk Kesehatan Anak |
2. Ikan asin membuat air susu berbau amis
Ibu hamil yang menjadi responden percaya mengonsumsi ikan dapat menyebabkan air susu berbau amis. Padahal, kandungan asam lemak omega 3 dalam ikan sangat berperan terhadap kesehatan tubuh.
Tak hanya itu, ikan merupakan sumber gizi mineral yang sangat penting seperti kalsium, fosfor, dan zan besi. Jadi, mengonsumsi ikan asin secara tidak berlebihan justru dianjurkan karena di dalamnya terkandung zat gizi seperti lemak, zat besi yang berguna untuk memproduksi sel darah merah di dalam tubuh.
Baca Juga: Hari Arak Bali, Menjaga Tradisi, Mengangkat Ekonomi Lokal
3. Sayur nangka kurangi produksi air susu
Alasan ibu hamil berpantang makan sayur nangka karena dipercaya dapat mengurangi produksi air susu pasca-lahiran. Faktanya, kalori yang terkandung di dalam nangka muda dua kali lebih rendah jika dibandingkan dengan nangka masak.
Nangka muda juga memiliki kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor, serta vitamin A dan vitamin C. Meski begitu, nangka muda memang mengandung sedikit nutrisi jika dibandingkan dengan saturan hijau lainnya.
Oleh karena itu, sebaiknya nangka muda diolah bersama sayuran lainnya.
4. Nanas menyebabkan keguguran
Pantangan ini berkembang karena nanas memiliki kandungan enzim bromelain yang diduga dapat menyebabkan pendarahan dan keguguran. Namun nyatanya, kandungan enzim bromelain dalam buah nanas segar terlalu kecil untuk memilik efek pada rahim dan sistem reproduksi.
Oleh karena itu, mengonsumsi buah nanas saat hamil dalam porsi secukupnya tidak membawa dampak buruk pada kehamilan. Buah nanas juga banyak mengandung vitamin C serta mineral lainnya yang baik untuk tubuh.
5. Makan durian menyebabkan pendarahan saat hamil dan keguguran
| Baca juga: Manfaat Pare untuk Ibu Hamil dan Kesehatan |
Sama halnya dengan nanas, mengonsumsi durian dalam jumlah yang tidak berlebihan pada ibu hamil tidak akan membahayakan tubuh. Selain memiliki kandungan karbohidrat dan tinggi serat, durian juga mengandung protein, vitamin C, vitamin B, serta mineral.
6. Makan cabai menyebabkan perut panas dan kulit bayi merah
Cabai memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi, vitamin A, vitamin B, Vitamin E, serta mineral magnesium, kalium, folat, dan mangan. Makanan pedas tidak akan membahayakan perkembangan janin di dalam kandungan namun bisa mempengaruhi kondisi ibu hamil jika berlebihan dapat menyebabkan iritasi lambung.
7. Makan es menyebabkan berat badan bayi menjadi besar dan persulit lahiran
Air es membuat bayi menjadi besar jika dicampur dengan bahan makanan yang mengandung glukosa tinggi seperti gula dan sirup. Yang jelas, kebutuhan akan cairan sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin, telepas dari meminum air es maupun air hangat.
Sumber: Jurnal Perilaku Berpantang Makan pada Ibu Hamil Suku Dayak di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat diakses melalui ejournal.undip.ac.id.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....