Manfaat Konsumsi Ikan untuk Kesehatan Anak

  • 26 Mei 2026 22:19 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Ketersediaan ikan di Indonesia sangat tinggi dan harganya relatif murah. Teknologi makanan tentang ikan cukup canggih, namun konsumsi ikan secara nasional amat rendah. Selain itu kita ketahui, ikan menyediakan protein hewani yang relatif tinggi, dan menyediakan asam lemak tidak jenuh esensial yang diperlukan tubuh manusia. Ikan juga merupakan sumber vitamin A yang sangat terkenal di samping vitamin lainnya dan juga berbagai mineral.

Penemuan para ahli kesehatan dunia menyatakan bahwa ikan dan berbagai jenis seafood lainnya sangat baik bagi kesehatan dan kecerdasan manusia. Ikan dan seafood ainnya rata-rata mengandung 20% protein yang mudah dicerna dengan komposisi asam amino esensial yang seimbang. Ikan juga mengandung omega 3 yang sangat penting bagi perkembangan jaringan otak, mencegah terjadinya penyakit jantung, stroke, dan darah tinggi. Lebih dari itu omega 3 juga dapat mencegah penyakit inflamasi seperti arthritis, asma, colitis, dermatitis, beberapa jenis penyakit ginjal dan membantu penyembuhan penyakit depresi, serta gejala hiperaktif pada anak-anak.

Kandungan nutrisi ikan yang kaya akan protein tentu sangat baik untuk pertumbuhan anak. Anak-anak membutuhkan nutrisi yang cukup agar bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat. Olahan daging ikan sebagai makanan dengan segudang manfaat sehat bagi anak sudah tidak diragukan lagi. Nutrisi yang dikandungnya mampu meningkatkan kecerdasan anak dan membuatnya lebih mudah konsentrasi. Ikan terkenal akan kandungan DHA-nya yang tinggi. Selain itu, ikan juga mengandung iodine, protein, selenium, omega 3, berbagai vitamin seperti vitamin A, vitamin D, serta vitamin B12.

Dari segi jenis ikan yang dikonsumsi diharapkan keluarga dan anak lebih banyak mengkonsumsi jenis ikan laut mengingat kandungan gizinya yang lebih baik untuk masa pertumbuhan dan dari segi frekuensi konsumsi ikan diharapkan keluarga dan anak mampu meningkatkan jumlah dan frekuensi konsumsi ikan dalam seminggu.

Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi balita serta frekuensi makan balita sangat dipengaruhi oleh ibu. Penelitian ini didukung oleh teori bahwa untuk anak-anak, mereka masih sangat tergantung pada orangtuanya, terutama ibu. Makanan apa saja yang diberikan oleh orangtuanya, itulah yang akan dimakan oleh anak. Apabila orangtua sejak awal tidak pernah memperkenalkan atau membiasakan anak-anaknya untuk mengkonsumsi ikan, maka sampai dewasa terbentuklah sikap atau gaya hidup anak tanpa konsumsi ikan.

(Sumber: keslan.kemkes.go.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....