Waspada Diabetes Militus pada Usia Muda
- 26 Jan 2026 22:05 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Diabetes militus adalah salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah akibat organ pangkreas tidak mampu memproduksi insulin, dimana hormon insulin inilah yang berfungsi mengendalikan kadar gula darah. Kadar gula yang menumpuk di dalam darah dan jaringan tidak bisa diserap oleh sel tubuh dengan baik dan dapat keluar melalui urine sehingga urine atau kencing penderita menjadi manis, karena itulah disebut penyakit kencing manis. Secara umum diabetes dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu, diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes masa kehamilan. Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan pankreas yang memproduksi insulin. Diabetes tipe 2 disebabkan oleh sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik. Sebagian besar kasus diabetes di Indonesia merupakan kasus diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat, misalnya pola konsumsi tinggi gula dan lemak, kurang aktivitas fisik, kegemukan, dan merokok.
Sudah seharusnya bagi kita mewaspadai timbulnya penyakit ini, salah satunya adalah dengan mengenali faktor risiko dan gejala-gejala yang muncul sedini mungkin sehingga dapat melakukan antisipasi dan penanganan yang tepat serta mencegah timbulnya komplikasi. Gejala-gejala diabetes pada usia muda sejatinya tidak jauh berbeda dengan usia lainnya, berikut ini gejala-gejala diabetes di usia muda yang perlu diwaspadai:
· Sering buang air kecil, terutama di malam hari
· Sering merasa haus
· Lebih cepat lapar
· Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
· Pandangan kabur
· Tubuh mudah lelah dan lemas
· Bercak kulit gelap di lipatan leher atau ketiak
· Luka sulit sembuh
· Mudah mengalami infeksi, misalnya sariawan
Selain gejala-gejala berikut, ada kondisi tertentu yang dapat berisiko bagi seseorang mengalami diabetes yang juga tidak kalah pentingnya untuk diwaspadai. Faktor-faktor risiko tersebut ada yang dapat dikendalikan ada juga yang tidak, yang dapat dikendalikan atau dirubah antara lain:
· Kegemukan (Berat badan lebih /IMT > 23 kg/m2) dan Lingkar Perut (Pria > 90 cm dan Perempuan > 80cm)
· Kurang aktivitas fisik
| Baca juga: Pentingnya Nutrisi pada Jamaah Haji |
· Dislipidemia
· Riwayat penyakit jantung
· Hipertensi/ Tekanan darah Tinggi (> 140/90 mmHg)
· Diet tidak seimbang (tinggi gula, garam, lemak dan rendah serat)
Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan sebagai penyebab diabetes militus, yaitu:
· Usia? 40 tahun
· Mempunyai riwayat keluarga menderita DM
| Baca juga: Mencegah Gangguan Mata Katarak |
· Kehamilan dengan gula darah tinggi
· Ibu dengan riwayat melahirkan bayi dengan (Berat Badan Lahir) > 4 kg
· Bayi yang memiliki Berat Badan Lahir (BBL) < 2 >
Merubah pola hidup menjadi lebih sehat seperti berikut ini:
1. Perbanyak konsumsi sayur dan buah.
2. Batasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL). Batasan konsumsi GGL menurut Kementerian Kesehatan dalam satu hari adalah sebagai berikut: 4 sendok makan gula (50 gram), 1 sendok teh garam (5 gram), 5 sendok makan lemak (67 gram). Batasi juga konsumsi makanan dan minuman kemasan yang tinggi gula (minuman kemasan, soda) dan tinggi lemak (gorengan, makanan beku).
3. Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit perhari, atau 150 menit per minggu.
4. Cek kesehatan secara rutin. (Sumber: keslan.kemkes.go.id).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....