Sejarah dan Perkembangan Topiary dari Romawi Kuno Sampai Sekarang

  • 30 Sep 2026 22:30 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Sederhananya, topiary adalah seni memangkas daun dan cabang tanaman biar bentuknya makin cantik dan estetik. Di taman-taman modern sekarang, fungsinya pun makin beragam. Topiary bisa kamu sulap jadi highlight utama yang siap bikin tamu terkesima pas main ke rumah, atau sesimpel penambah struktur biar lanskap taman kamu kelihatan lebih rapi dan berkarakter.

Seni topiary, alias seni memangkas dan membentuk tanaman jadi wujud-wujud unik, ternyata punya perjalanan sejarah yang lumayan panjang, lho. Seni pangkas-memangkas ini sudah ada sejak zaman Romawi Kuno, berawal dari kebiasaan para tukang kebun saat itu yang ingin menyulap pepohonan biasa biar terlihat jadi lebih estetik.

Nah, seni topiary ini makin naik kelas pas masuk era Renaisans. Para bangsawan Eropa, khususnya di Prancis dan Italia, mendadak kepincut dan menjadikan topiary sebagai simbol gengsi sekaligus sarana pamer karya seni. Nggak heran kalau taman-taman ikonik seperti di Istana Versailles dipenuhi topiary yang megah dan cantik banget.

Tren ini terus berlanjut sampai ke era Victoria dan makin populer di taman-taman Inggris. Menariknya, di era inilah topiary mulai 'merakyat', tak lagi cuma dikuasai kaum bangsawan, tapi juga makin digandrungi oleh masyarakat kelas menengah.

Sampai sekarang, topiary modern makin bebas dan makin mencerminkan selera pribadi pemiliknya. Bentuk-bentuknya pun makin kreatif dan variatif, mulai dari pola geometris klasik sampai wujud abstrak yang out of the box. Seni yang nggak ada matinya ini terus memikat hati para pecinta tanaman di seluruh dunia, memadukan pesona sejarah dengan gaya kekinian.

(Sumber: Deco House Garden dan Designer Plants)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....