29 Mei Menjadi Hari Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Muhammad Al Fatih
- 29 Mei 2026 11:54 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- 29 Mei 1453 Sultan Mehmed II atau yang dikenal dengan nama Muhammad Al-Fatih menaklukan Konstantinopel
- Strategi mustahil pun dilakukan oleh Muhammad Al Fatih demi menembus pertahanan Konstantinopel yang terbukti sulit sekali untuk ditembus
RRI.CO.ID, Nunukan: Setiap abad kehidupan manusia memiliki kisah sejarahnya masing-masing. Baik soal perang, perebutan wilayah, intrik politik dan kekuasaan maupun tentang penemuan hebat yang mampu mengubah tatanan hidup manusia.
Pada abad ke-15 Masehi, ada sebuah pertempuran hebat yang terjadi di wilayah Eropa Timur yang melibatkan Kekaisaran Bizantium dan Kekaisaran Ottoman. Saat itu, Sultan Mehmed II ingin membebaskan kota Konstantinopel (sekarang Istanbul), ibukota Bizantium (Romawi Timur) dari ambang kebangkrutan, sekaligus mewujudkan cita-cita para pendahulunya.
Pertempuran demi pertempuran dilakukan oleh Sultan berusia 21 tahun tersebut bersama prajuritnya demi menembus tembok pertahanan kuat kota tersebut. Konstantinopel dikenal memiliki pertahanan yang sangat sulit ditembus. Batas daratnya dikelilingi tembok lapis tiga beserta parit dalam penuh pasak kayu mematikan. Tak hanya itu, batas laut kota ini dilindungi rantai raksasa yang membuat kapal musuh mustahil melewatinya.
Oleh karena itu, demi menembus pertahanan kota Konstantinopel yang terbukti sulit ditembus selama ratusan tahun, Sultan Mehmed II pun melakukan hal mustahil yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Demi menembus pertahanan darat, ia membuat meriam sepanjang 8 meter yang diberi nama Meriam Basilika atau Meriam Orban. Sedangkan untuk menembus pertahanan laut ia melakukan strategi yang jauh lebih ekstrem.
Ketika menyadari bahwa menembus jalur laut yang dilindungi rantai raksasa adalah hal mustahil, ia memutuskan untuk memindahkan kapal-kapal perangnya melewati bukit Galata melalui jalur darat. Strategi tak terduga ini berhasil menembus pertahanan laut dan membawa armada perangnya masuk ke wilayah Konstantinopel.
Setelah perjuangan panjang, akhirnya pada tanggal 29 Mei tahun 1453 Konstantinopel takluk ke tangan Kekaisaran Ottoman. Sultan berusia 21 tahun itu pun mendapatkan julukan Muhammad Al-Fatih. Secara bahasa Al-Fatih artinya adalah ‘sang penakluk’.
(Sumber: Britannica, Zenius dan Buku Muhammad Al Fatih 1453)
BACA JUGA: Hagia Sophia, Wisata Arsitektur Islam yang Menakjubkan di Turki
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....