Keunikan Anatomi Udang: ketika Jantung dan "Perasaan" Berada di Kepala

  • 21 Mei 2026 12:46 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan — Manusia dan mayoritas makhluk hidup di darat akan refleks menunjuk ke arah dada. Namun, jika Anda menanyakan hal yang sama pada seekor udang, jawabannya akan jauh berbeda, karena organ pemompa kehidupan mereka ternyata terletak di bagian kepala.

Keunikan anatomi ini sering kali mengejutkan banyak orang. Di balik tubuhnya yang renyah saat diolah menjadi hidangan, udang menyimpan struktur biologis yang sangat tidak biasa, di mana organ-organ vitalnya berkumpul di area atas tubuh.

Membedah Kepala Udang: Pusat Organ Vital

Secara ilmiah, alasan mengapa jantung udang berada di kepala berkaitan dengan struktur tubuh mereka yang unik. Udang tidak memiliki pembagian kepala dan dada yang terpisah seperti manusia atau serangga lainnya.

Tubuh bagian depan udang merupakan gabungan antara kepala (head) dan dada (thorax), yang dalam istilah biologi disebut sebagai sefalotoraks (cephalothorax). Bagian inilah yang dilindungi oleh cangkang keras pelindung yang biasa kita sebut sebagai "kepala udang".

Di dalam sefalotoraks inilah alam menempatkan semua organ paling penting milik udang:

  • Jantung: Terletak di bagian punggung (dorsal) dari sefalotoraks, tepat di belakang mata mereka.

  • Sistem Pencernaan: Perut dan hati udang juga berdesakan di area yang sama.

  • Saraf Pusat: Otak udang yang berukuran mikro juga berada di sana.

Karena semua organ penting ini berkumpul di satu tempat, bisa dibilang kepala udang adalah pusat dari seluruh sistem kehidupan mereka.

Sistem Peredaran Darah Terbuka

Berbeda dengan manusia yang memiliki pembuluh darah tertutup dan kompleks, udang memiliki sistem peredaran darah terbuka. Jantung udang yang berada di kepala akan memompa darah (yang disebut hemolimin karena tidak memiliki hemoglobin) langsung ke dalam rongga tubuh mereka tanpa melalui pembuluh darah yang panjang.

Darah tersebut mengalir bebas membasahi organ-organ vital di dalam sefalotoraks sebelum akhirnya kembali lagi ke jantung setelah mendapatkan oksigen dari insang.

Kepala Udang yang Penuh "Perasaan"

Ungkapan bahwa kepala udang itu "isinya perasaan juga" tampaknya bukan sekadar gurauan. Secara harfiah, ketika seekor udang merasa terancam, terkejut, atau sedang aktif mencari makan, detak jantung yang merespons emosi dan kondisi fisik tersebut berdegup kencang tepat di dalam kepala mereka.

Fakta unik ini tidak hanya menarik bagi para ilmuwan biologis, tetapi juga memberikan perspektif baru bagi kita saat menikmati hidangan laut. Di balik ukurannya yang kecil, udang adalah bukti betapa kreatifnya evolusi alam dalam merancang kehidupan di bawah air.

(Sumber: yupiland.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....