Membedah Hakikat Rasa dalam Tentang Cinta
- 31 Mar 2026 06:05 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Cinta seringkali menjadi topik yang paling banyak dibicarakan namun paling sulit didefinisikan. Dalam buku terbarunya yang berjudul Tentang Cinta, penulis Risma Utami mencoba mengurai kompleksitas emosi manusia tersebut bukan sekadar sebagai perasaan romantis, melainkan sebagai sebuah perjalanan pengembangan diri yang mendalam. Buku ini hadir sebagai oase bagi pembaca yang ingin memahami bahwa cinta memiliki dimensi yang luas—mulai dari penerimaan diri sendiri (self-love), hubungan antarmanusia, hingga aspek spiritualitas yang mengikat semuanya.
Berbeda dengan narasi cinta arus utama yang seringkali hanya berfokus pada fase "jatuh cinta," Risma Utami menekankan pada fase "membangun cinta." Melalui naskah yang disusun secara reflektif, ia membedah beberapa poin krusial:
Pentingnya Penerimaan Diri: Risma berargumen bahwa seseorang tidak dapat mencintai orang lain dengan sehat sebelum ia berdamai dengan kekurangan dan luka masa lalunya sendiri.
Komunikasi sebagai Jembatan: Dalam salah satu babnya, ditekankan bahwa konflik dalam cinta bukanlah tanda ketidakcocokan, melainkan pintu gerbang menuju pemahaman yang lebih dalam, asalkan dikelola dengan komunikasi yang jujur.
Ketulusan vs. Kepemilikan: Penulis mengajak pembaca untuk membedakan antara mencintai dengan tulus dan keinginan untuk memiliki secara posesif.
Secara jurnalistik, kekuatan buku yang di terbitkan oleh Rumah Oranye pada Maret 2014 ini terletak pada diksi yang puitis namun tetap membumi. Risma tidak menggunakan istilah psikologi yang berat, melainkan menggunakan analogi sehari-hari yang membuat pembaca merasa sedang "berbincang" dengan seorang kawan lama.
Setiap bab dalam buku ini dilengkapi dengan kutipan-kutipan reflektif yang berfungsi sebagai jangkar bagi pembaca untuk berhenti sejenak dan merenungkan kembali hubungan-hubungan yang sedang mereka jalani.
Melalui Tentang Cinta, Risma Utami berhasil menyampaikan pesan kuat bahwa cinta adalah sebuah keterampilan yang perlu dipelajari dan dirawat. Buku ini bukan hanya ditujukan bagi mereka yang sedang dilanda asmara, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin memperkaya empati dan sisi kemanusiaannya.
Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, buku ini menjadi pengingat lembut bahwa pada akhirnya, hubungan yang bermaknalah yang membuat hidup menjadi lebih berwarna.
(Sumber: Buku kita.com).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....