Review Buku Menghargai Seseorang yang Tidak Menghargai Kita
- 29 Jan 2026 13:34 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Seringkali, dalam upaya mempertahankan sebuah hubungan, baik asmara, pertemanan, maupun professional, seseorang terjebak dalam upaya melelahkan untuk menyenangkan orang lain yang justru tidak memberikan apresiasi serupa. Fenomena emosional ini dibedah secara mendalam oleh penulis Muthia ZF dalam buku terbarunya berjudul Menghargai Seseorang yang Tidak Menghargai Kita, yang resmi dirilis oleh Transmedia Pustaka pada 23 Januari 2026.
Meletakkan Penghargaan pada Tempat yang Tepat
Buku ini hadir sebagai oase bagi mereka yang merasa kehilangan jati diri akibat terus-menerus mengemis validasi dari lingkungan yang toksik. Buku ini juga, membawa perspektif yang berani bahwa menghargai orang yang tidak menghargai kita bukan berarti membiarkan diri diinjak-injak, melainkan tentang bagaimana kita tetap bersikap elegan tanpa mengorbankan martabat sendiri.
Muthia menekankan bahwa respons kita terhadap ketidakpedulian orang lain adalah cermin dari kualitas karakter kita. Namun, ia juga memberikan garis tegas kapan seseorang harus berhenti berjuang dan mulai memprioritaskan diri sendiri.
Poin-Poin Utama dalam Narasi Muthia ZF:
· Definisi Self-Worth vs Self-Sacrifice: Muthia menjelaskan perbedaan tipis antara menjadi orang baik dan menjadi orang yang "terlalu mudah dimanfaatkan". Ia mengajak pembaca memahami bahwa nilai diri kita tidak ditentukan oleh perlakuan orang lain.
· Seni Melepaskan Tanpa Membenci: Salah satu bab yang paling kuat dalam buku ini membahas tentang cara melepaskan ekspektasi terhadap orang lain. Menghargai orang yang abai bisa dilakukan dengan cara "menjaga jarak yang sehat" demi ketenangan batin.
· Boundary Setting (Penetapan Batasan): Buku ini memberikan panduan praktis tentang bagaimana membangun batasan yang kuat agar kita tidak lagi menjadi target perlakuan tidak menyenangkan di masa depan.
· Mengubah Fokus ke Pengembangan Diri: Daripada menghabiskan energi untuk mengubah sudut pandang orang lain terhadap kita, Muthia menyarankan untuk mengalihkan energi tersebut guna mencintai diri sendiri.
Relevansi Sosial di Era Validasi Digital
Diterbitkan oleh Transmedia Pustaka, buku ini dianggap sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana banyak individu merasa tertekan secara mental karena standar penerimaan sosial yang kian semu. Muthia ZF berhasil meramu teori psikologi ringan ke dalam bahasa yang puitis namun tetap tajam dan aplikatif.
"Menghargai mereka yang tidak menghargaimu adalah caramu menunjukkan bahwa kamu memiliki apa yang tidak mereka miliki: adab dan rasa cukup atas dirimu sendiri." Kutipan salah satu bab utama. (Sumber: Buku Menghargai Seseorang yang Tidak Menghargai Kita)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....