Jamaah Haji Kabupaten Nunukan Meningkat 100 Persen
- 09 Feb 2026 14:16 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID. Nunukan: Pemerintah Kabupaten Nunukan memastikan akan memberikan dukungan keberangkatan 223 jamaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hal ini terungkap dalam pelaksanaan Manasik Haji Terintegrasi tingkat Kabupaten yang resmi dibuka sejak 8 hingga 12 Februari 2026. di lantai V kantor Bupati Nunukan.
Plt. Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Nunukan, Haji Asdar mengungkapkan bahwa pelaksanaan manasik tahun ini dilakukan secara serentak sesuai Juknis Kementerian Agama RI yang telah rampung secara nasional pada 30 Januari lalu. Pembukaan manasik difokuskan pada pembagian kelompok terbang (Kloter), pembagian regu dan rombongan serta penyampaian kebijakan terbaru penyelenggaraan ibadah haji oleh Kakanwil Kemenag.
"Manasik dilaksanakan secara terintegrasi dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Untuk Nunukan, materi kebijakan pemerintah dan perhajian diberikan di tingkat kabupaten, sementara praktik serentak di tingkat kecamatan dilaksanakan pada hari kedua dan kelima," ujar Haji Asdar saat memberikan keterangan. Minggu (08/02/2026).
Baca Juga: Sebanyak 223 Calon Jamaah Haji Nunukan Dipastikan Berangkat
Kuota Meningkat 100 Persen
Meskipun jumlah jamaah haji Nunukan meningkat signifikan dari 113 orang di tahun lalu menjadi 223 orang tahun ini, koordinasi antara Kemenag, Kabag Kesra dan Asisten 1 menunjukkan sinyal positif bahwa anggaran daerah tetap diupayakan untuk meng-cover seluruh jamaah.
Pembiayaan Daerah: Komitmen Bupati untuk Jamaah
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah komitmen Bupati Nunukan, Haji Irwan Sabri, dalam meringankan beban jamaah. Sesuai amanah Undang-Undang, Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas pembiayaan transportasi domestik jamaah dari daerah asal menuju Embarkasi dan sebaliknya.
Baca Juga: Pemkab Nunukan Resmi Membuka Manasik Haji Terintegrasi 2026
Pemkab Nunukan akan menanggung biaya speedboat dari Nunukan ke Tarakan, serta tiket pesawat dari Tarakan menuju Embarkasi Balikpapan. Tidak hanya itu, pemerintah juga mengambil langkah antisipatif dengan menanggung biaya akomodasi dan konsumsi selama dua malam di Embarkasi sebelum keberangkatan resmi.
"Pesawat pengangkut jamaah dari Bandara Sepinggan ke Arab Saudi sangat presisi, tidak pernah delay. Untuk menghindari risiko teknis di perjalanan domestik, Pemkab mengambil inisiatif memberangkatkan jamaah lebih awal dua malam," ujarnya. MM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....