Ulasan Buku 'Ruang Untukmu Singgah dan Bercerita' karya Rieveline Karen

  • 26 Feb 2026 13:25 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat dan sering kali mengabaikan perasaan individu, hadir sebuah oase literasi yang menawarkan ketenangan. Buku Ruang Untukmu Singgah dan Bercerita karya penulis Rieveline Karen, yang resmi diluncurkan oleh GagasMedia pada akhir Oktober 2025, menjadi sebuah undangan terbuka bagi siapa saja yang merasa kehilangan arah atau sekadar butuh didengarkan.

Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan sebuah "ruang aman" berbentuk kertas dan tinta.

Narasi Penawar Kesepian

Rieveline Karen membangun premis utamanya pada gagasan bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak divalidasi. Dalam buku ini, ia tidak memosisikan diri sebagai guru yang menggurui, melainkan sebagai sahabat yang menyediakan bahu untuk bersandar.

Melalui gaya bahasa yang puitis namun tetap membumi, penulis menyentuh isu-isu universal seperti kegagalan, rasa tidak cukup (insecurity), hingga proses berdamai dengan masa lalu. Buku ini secara cerdik dibagi menjadi bagian-bagian yang mencerminkan proses pemulihan diri:

Kekuatan Empati di Balik Teks

Salah satu daya tarik utama buku ini adalah kemampuannya untuk membuat pembaca merasa "dilihat". Rieveline menekankan pentingnya memiliki support system, namun yang lebih utama adalah menjadi sahabat terbaik bagi diri sendiri terlebih dahulu.

"Terkadang, yang kita butuhkan bukanlah solusi instan, melainkan sebuah ruang di mana kita diizinkan untuk menjadi rapuh tanpa perlu merasa malu." — Rieveline Karen

https://gayahidup.rri.co.id/nunukan/hiburan/2208857/jangan-buru-buru-cari-yang-baru-baca-dulu-buku-umar-nawir-ini

Ruang Untukmu Singgah dan Bercerita adalah sebuah manifesto tentang pentingnya kesehatan mental dan penerimaan diri. GagasMedia berhasil mengemas pemikiran Rieveline Karen menjadi sebuah buku yang esensial bagi mereka yang sedang mencari jalan pulang menuju ketenangan batin.

Secara umum, buku ini adalah pengingat bahwa di antara miliaran manusia, ceritamu tetap berharga untuk didengar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....