Tantangan Besar UMKM Nunukan Menembus Pasar Ekspor

  • 24 Apr 2025 09:56 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: UMKM di Kabupaten Nunukan menghadapi tantangan besar dalam menembus pasar ekspor. Hanya tujuh pelaku UMKM yang berhasil mengekspor produk, salah satunya ke Malaysia.

Kepala Bidang UMKM DKUKMPP Kabupaten Nunukan, Mardiana, S.STP, mengungkapkan bahwa sertifikasi, kemasan layak, dan label halal menjadi kendala utama. Data Bea Cukai menunjukkan hanya sedikit UMKM yang mampu memenuhi persyaratan ekspor.

"Tantangannya sangat besar. Produk yang akan diekspor harus tersertifikasi, memiliki packaging yang layak, serta label halal dan izin lainnya. Saat ini, berdasarkan data dari Bea Cukai, baru sekitar tujuh pelaku UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor, salah satunya ke Malaysia," ucap Mardiana, Kamis (24/04/2025).

Mardiana mendorong pelaku UMKM untuk lebih proaktif memanfaatkan program dari lembaga seperti Bank Indonesia (BI) dan PNM. Dua pelaku UMKM bahkan telah mengikuti expo di Brunei awal 2025 dengan fasilitasi Kementerian Perdagangan.

"Pelaku UMKM harus lebih proaktif mencari sumber dan peluang yang ada. Mereka bisa masuk ke berbagai program yang disediakan oleh lembaga seperti BI atau PNM. Pada awal tahun 2025, ada dua pelaku UMKM yang mengikuti expo di Brunei untuk memperkenalkan produk mereka. Kegiatan ini difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan," tambahnya.

Dukungan pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat membantu UMKM mengatasi tantangan ekspor. Dengan demikian, produk UMKM Nunukan dapat lebih dikenal di pasar internasional. Mardiana menegaskan, kolaborasi antara pelaku UMKM, pemerintah, dan lembaga pendukung menjadi kunci keberhasilan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah UMKM yang mampu bersaing di pasar global.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....