Pelajar di Perbatasan RI-Malaysia Nekat Arungi Sungai Demi Sekolah
- 01 Agt 2026 14:13 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Puluhan pelajar SD dan SMP di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia harus mempertaruhkan keselamatan setiap hari demi bisa bersekolah. Mereka menyeberangi sungai menggunakan perahu ketinting, bahkan sebagian mengemudikan perahu sendiri menuju sekolah.
Pelajar tersebut berasal dari Kecamatan Lumbis Pansiangan dan bersekolah di Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Mereka memilih sekolah di kecamatan tetangga karena jaraknya hanya sekitar tiga kilometer, lebih dekat dibanding sekolah di wilayah kecamatannya sendiri.
Namun, perjalanan itu berisiko. Mereka harus melintasi sungai menggunakan perahu kecil tanpa atap yang dinilai kurang aman, terutama saat debit air meningkat atau cuaca memburuk.
Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Nunukan, Andi Maskur, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan langsung menyampaikannya kepada Bupati Nunukan karena menyangkut keselamatan pelajar.
"Kami sudah menerima laporannya dan sudah menyampaikan kepada Bupati. Ini menjadi perhatian kami karena sangat rawan, apalagi perahu itu dikemudikan sendiri oleh anak-anak sekolah," kata Andi Maskur, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Andi Maskur, para pelajar memilih sekolah di Kecamatan Lumbis Ogong karena aksesnya lebih dekat. Sementara jika bersekolah di wilayah kecamatannya sendiri, mereka harus menempuh perjalanan sekitar enam kilometer dengan akses yang sama.
Selain menghadapi risiko kecelakaan, para pelajar juga harus mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bakar perahu. Setiap hari mereka menghabiskan sekitar 10 liter BBM agar bisa berangkat dan pulang sekolah.
"Informasi yang kami terima, mereka membeli sekitar 10 liter bahan bakar setiap hari dan menggunakan perahu milik sendiri yang dikemudikan anak-anak usia SMP. Tentu ini sangat tidak aman, sehingga kami mengupayakan penyediaan long boat seperti bus sekolah di darat," ujarnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan mengupayakan penyediaan long boat khusus bagi pelajar di wilayah Lumbis. Transportasi sungai itu diharapkan dapat beroperasi tahun ini agar perjalanan ke sekolah lebih aman, nyaman, sekaligus mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung orang tua.
Andi Maskur menyebut, pembangunan sekolah baru belum dapat dilakukan karena terkendala efisiensi anggaran. Sebagai langkah cepat, Dinas Pendidikan Nunukan mengupayakan pengadaan long boat berkapasitas lebih besar agar pelajar tidak lagi menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil yang berisiko tinggi mengalami kecelakaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....