Kodim Nunukan Wujudkan Perbatasan Maju Melalui Program TMMD

  • 30 Jul 2026 00:16 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 oleh Kodim 0911/Nunukan di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mempercepat pembangunan kawasan perbatasan. Program terpadu tersebut tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebatik Barat merupakan salah satu wilayah strategis yang berada di garis depan Negara Kesatuan Republik Indonesia karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Kondisi tersebut menuntut hadirnya pembangunan yang berkelanjutan agar masyarakat di kawasan perbatasan dapat menikmati fasilitas yang setara dengan daerah lainnya.

Melalui TMMD ke-129, Kodim 0911/Nunukan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari. Salah satu sasaran utama adalah peningkatan akses jalan yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat mengangkut hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Dengan akses jalan yang lebih baik, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, waktu tempuh semakin singkat, dan biaya distribusi hasil produksi dapat ditekan. Perbaikan infrastruktur tersebut diyakini akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Liang Bunyu dalam jangka panjang.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Penyuluhan kesehatan, pelayanan keluarga berencana, edukasi pencegahan stunting, wawasan kebangsaan, hingga penyuluhan hukum menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama TMMD berlangsung.

Masyarakat mengikuti berbagai kegiatan tersebut dengan antusias karena dinilai memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup.

Komandan Kodim (Dandim) 0911/Nunukan Letkol Inf Tony Prasetyo menegaskan bahwa pembangunan kawasan perbatasan harus dilakukan secara menyeluruh, baik pembangunan fisik maupun pembangunan manusianya.

"Perbatasan merupakan wajah terdepan Indonesia. Karena itu, pembangunan tidak boleh berhenti. Melalui TMMD kami ingin menghadirkan perubahan nyata agar masyarakat memiliki akses yang lebih baik, ekonomi tumbuh, dan kualitas hidup semakin meningkat," kata Letkol Inf Tony Prasetyo, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Ia mengatakan, gotong royong yang tercipta selama pelaksanaan TMMD menjadi modal sosial yang sangat penting dalam membangun desa secara berkelanjutan.

"Kami melihat antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tetap menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan," lanjutnya.

Selama pelaksanaan TMMD, masyarakat terlihat aktif membantu setiap proses pembangunan bersama prajurit TNI. Kebersamaan tersebut menciptakan hubungan yang semakin erat antara aparat dan warga. Berbagai sasaran pembangunan yang dikerjakan diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang serta meningkatkan produktivitas masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah.

Pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. TMMD ke-129 Kodim 0911/Nunukan menjadi cerminan nyata bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif

bagi kemajuan Desa Liang Bunyu.

Melalui semangat pengabdian dan gotong royong, Kodim 0911/Nunukan terus berkomitmen membangun perbatasan Indonesia agar semakin maju, sejahtera, tangguh, dan berdaulat.

Selanjutnya saya akan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....