Jembatan Garuda Krayan Menembus Keterisolasian

  • 20 Agt 2026 22:50 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID Nunukan: Sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0911/Nunukan menegaskan komitmen dalam mengurai berbagai tantangan geografis dan infrastruktur, khususnya di dataran tinggi Krayan yang memiliki keterbatasan akses transportasi.

Komandan Kodim (Dandim) 0911/Nunukan, Letkol Inf. Tony Prasetyo, menyampaikan bahwa seluruh wilayah Kabupaten Nunukan berada dalam atensi khusus karena langsung berbatasan dengan negara tetangga. Kendati demikian, kawasan Krayan juga mendapat intervensi jajaran TNI, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat mengingat tantangan mobilitas yang cukup ekstrem.

Karna itu, unsur TNI Angkatan Darat tidak tinggal diam menunggu proses birokrasi anggaran yang panjang. Melalui program teritorial yang taktis dan aplikatif, Kodim 0911/Nunukan aktif menginisiasi pembangunan infrastruktur skala mikro guna memangkas keterisolasian desa-desa terpencil.

Salah satu bukti nyata program teritorial tersebut adalah suksesnya pembangunan Jembatan Garuda di wilayah Krayan. Jembatan strategis ini dikerjakan secara gotong royong melalui sinergi murni antara prajurit TNI AD dan warga setempat.

• Fungsi Utama: Jembatan ini kini telah rampung dan berfungsi optimal sebagai jalan tani utama.

• Dampak Langsung: Kehadiran jembatan ini berhasil memangkas jarak tempuh yang sebelumnya jauh dan melelahkan menjadi sangat singkat.

• Pemberdayaan Masyarakat: Sebelumnya, warga dan petani setempat harus mengangkut hasil panen secara manual dengan cara dipikul atau digendong.

“Kami sudah mendapat laporan bahwa jembatan tersebut sangat bermanfaat karena telah memotong jarak yang cukup jauh menjadi singkat,” ungkap Letkol Inf. Tony Prasetyo dengan penuh apresiasi.

Program pembangunan infrastruktur darurat maupun strategis ini dipastikan tidak akan berhenti di satu titik saja. Kodim 0911/Nunukan merencanakan kelanjutan program serupa secara berkala ke beberapa titik krusial lainnya di wilayah perbatasan.

Dengan melibatkan masyarakat secara langsung untuk ikut berkeringat dan bekerja bersama dalam proses pembangunan, Dandim berharap tumbuh rasa memiliki yang kuat (sense of belonging).

Melalui ikatan emosional tersebut, infrastruktur yang telah terbangun diharapkan dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan mereka. MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....