Akses Jalan Rusak, Ongkos Distribusi Sembako di Krayan Selatan Naik Tiga Kali Lipat
- 22 Mei 2026 14:59 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Akses jalan di Krayan Selatan yang berubah menjadi kubangan lumpur berdampak terhadap distribusi kebutuhan pokok masyarakat di wilayah tersebut. Kondisi jalan yang rusak mengakibatkan biaya pengiriman barang melonjak hingga tiga kali lipat dari harga normal.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus mengatakan, sebelumnya ongkos kirim barang dari Krayan Induk menuju Krayan Selatan telah disepakati sebesar Rp2.500 per kilogram. Kesepakatan tersebut dilakukan antara pemerintah kecamatan, sopir pengangkut sembako dan masyarakat setempat.
Namun akibat kerusakan jalan yang semakin parah, biaya pengiriman kini naik menjadi Rp5.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Para sopir kesulitan melintasi jalan berlumpur, terutama saat hujan turun dan kondisi jalan semakin licin.
”Karena ongkos naik jadi secara otomatis barang-barang juga naik, karena begitulah kondisinya, itu pun kalau ada sopir yang nekat yang mau lewat jalan lumpur itu,” kata Oktavianus, Jumat (22/5/2026).
Menurut Oktavianus, kenaikan ongkos angkut otomatis berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat. Selain itu, tidak semua sopir bersedia mengambil risiko melewati jalur tersebut karena kendaraan bisa terjebak lumpur di tengah perjalanan.
Ia menjelaskan, persoalan kerusakan jalan sudah berulang kali disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Permasalahan itu juga selalu dibahas dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan atau musrenbang tingkat kabupaten.
”Ya, masyarakat menunggu kapan jalan itu diperbaiki, karena sudah juga kami sampaikan ke pemerintah namun belum ada respon dari yang berwenanglah,” ujarnya.
Wilayah Krayan yang berada di kawasan perbatasan hanya dapat diakses melalui jalur udara. Kondisi geografis tersebut membuat pembangunan infrastruktur jalan antar kecamatan berjalan lambat, termasuk distribusi material pembangunan. Akibatnya, sebagian besar jalan penghubung masih berupa tanah yang mudah berubah menjadi lumpur saat musim hujan tiba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....