Setiap Orang Dikalahkan oleh Pikiran

  • 28 Sep 2026 15:57 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Sering kali manusia mencari sumber luka ke mana-mana, padahal sebagian luka tumbuh dari pikirannya sendiri. Ia menggenggam kenangan terlalu erat, menghidupkan kembali masa lalu, lalu bertanya mengapa sesuatu harus terjadi. Padahal, dalam jalan menuju Tuhan, tidak semua yang hilang harus ditemukan kembali, dan tidak semua yang menyakitkan harus diberi penjelasan.

Pikiran yang terus berputar dapat menjadi hijab yang menutupi kejernihan hati. Ia membuat manusia sibuk menafsirkan takdir, sementara lupa bahwa takdir tidak selalu meminta untuk dipahami; terkadang ia hanya meminta untuk diterima.

Baca Juga: Wanita Pilihanmu Menentukan Martabatmu

Dalam pandangan para pencari Tuhan, hati yang gelisah bukan selalu pertanda bahwa hidup sedang salah arah. Bisa jadi, kegelisahan itu adalah panggilan agar manusia berhenti menggantungkan kedamaian kepada sesuatu yang fana. Sebab selama hati mencari keselamatan pada manusia, masa lalu, pengakuan, atau keadaan, ia akan mudah diguncangkan oleh perubahan.

Maka lepaskan perlahan apa yang tidak mampu engkau kendalikan. Jangan jadikan pikiran sebagai hakim bagi takdir. Serahkan apa yang telah berlalu kepada Yang Maha Mengetahui, sebab mungkin sesuatu yang kau anggap kehilangan sebenarnya adalah cara-Nya mengosongkan tanganmu agar dapat menerima sesuatu yang lebih dekat kepada-Nya.

Ketika hati mulai berserah, pikiran pun perlahan menjadi sunyi. Dan dalam kesunyian itulah, jiwa belajar mendengar: bahwa tidak semua luka adalah hukuman; sebagian adalah jalan pulang. (Sumber: Maulana Jalaluddin Rumi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....