Dampak Buruk Minuman Bersoda untuk Kesehatan yang Jarang Disadari
- 26 Mei 2026 08:27 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Bahaya soda merupakan ancaman kesehatan yang sering diabaikan karena rasanya yang manis dan menyegarkan.
Konsumsi rutin dapat memicu gangguan metabolisme, kerusakan gigi, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.
Dilansir dari laman honestdocs.id, ada beberapa dampak buruk minuman bersoda yang sering tidak disadari oleh masyarakat.
Kebiasaan mengonsumsi soda setiap hari disebut dapat memengaruhi kesehatan tulang, metabolisme, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis.
1. Menghambat penyerapan nutrisi penting
Asam fosfat dan kafein dalam soda bersifat diuretik, sehingga vitamin dan mineral lebih cepat terbuang dari tubuh. Konsumsi harian bisa mengganggu penyerapan vitamin D, yang berdampak pada kesehatan tulang dan otot seperti osteoporosis. Soda juga bisa bereaksi dengan susu, padahal susu adalah sumber kalsium utama untuk memperkuat tulang.
2. Memicu gangguan tidur dan kecemasan
Kadar kafein dalam soda setara dengan secangkir kopi kuat, sehingga membuat tubuh sulit rileks saat malam. Sifat adiktif kafein membuat orang cenderung ingin minum terus. Jika kebiasaan ini dihentikan tiba-tiba, bisa muncul sakit kepala, mudah marah, lemas, bahkan depresi.
3. Merusak lapisan pelindung gigi
Kandungan asam dan gula tinggi mengikis enamel gigi dan mempermudah bakteri mulut membentuk asam. Minimnya kalsium dalam soda membuat gigi semakin rentan keropos dan berlubang jika dikonsumsi terus-menerus.
4. Meningkatkan risiko kelebihan berat badan
Gula berlebih dalam soda menjadi penyebab utama kenaikan berat badan. Obesitas tidak hanya membuat tubuh tidak nyaman, tapi juga menaikkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Selain itu, rendahnya kalsium dari kebiasaan ini membuat tulang lebih cepat rapuh.
5. Membebani kesehatan jantung dan pembuluh darah
Kebiasaan minum soda setiap hari dapat memicu hipertensi, diabetes, stroke, hingga serangan jantung. Studi menunjukkan wanita yang sering mengonsumsi soda berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.
6. Mempercepat masalah pada kulit
Kadar gula tinggi dalam soda memicu peradangan mirip efek rokok, sehingga kulit lebih cepat kendur dan keriput. Konsumsi rutin juga dapat memunculkan jerawat, kulit kering, gatal, dan iritasi.
7. Meningkatkan potensi munculnya kanker
Selain pengawet, pewarna, dan perasa buatan, soda mengandung senyawa benzena yang dikaitkan dengan risiko kanker. Membatasi konsumsi maksimal satu kaleng per minggu bisa jadi langkah pencegahan.
8. Membahayakan fungsi ginjal
Varian soda tanpa gula bukan berarti aman. Pemanis buatan dan pengawet di dalamnya tetap membebani kerja ginjal dan meningkatkan risiko gagal ginjal. Efek kecanduan kafein juga membuat tubuh sulit berhenti, dan jika dipaksa berhenti bisa menimbulkan sakit kepala, emosi tidak stabil, serta rasa lemas.
Masyarakat diimbau segera berhati-hati dalam mengonsumsi minuman bersoda karena risikonya bagi kesehatan cukup tinggi.
Para ahli menyarankan untuk mulai membatasi konsumsi soda agar terhindar dari gangguan metabolisme dan penyakit kronis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....