Membanggakan, Siswa SDIT Al Huda Sebatik Tembus OSN Tingkat Nasional
- 01 Sep 2026 09:10 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Muh. Sakhi El Azzam, siswa kelas 6 SDIT Al Huda Sebatik, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional. Sakhi akan mewakili Provinsi Kalimantan Utara untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bersama Muh. Alfaizi Vigo Pangarsa, siswa kelas 6 SD Negeri 002 Nunukan.
Keberhasilan Sakhi menjadi pencapaian istimewa bagi SDIT Al Huda Sebatik. Sebab, untuk pertama kalinya sejak sekolah tersebut berdiri pada 2015, ada siswanya yang berhasil menembus kompetisi OSN hingga tingkat nasional.
Kepala SDIT Al Huda Sebatik, Ustazah Hasni, mengatakan keberhasilan tersebut tidak diraih Sakhi dalam sekali percobaan. Pada tahun sebelumnya, Sakhi juga berhasil lolos hingga tingkat Provinsi Kalimantan Utara, namun belum mampu melanjutkan langkah ke tingkat nasional.
“Sebelumnya sudah lolos ke provinsi, cuma untuk nasionalnya baru tahun ini,” kata Hasni, Selasa (1/9/2026).
Kegagalan pada tahun sebelumnya tidak membuat Sakhi berhenti mencoba. Ia kembali mengikuti seleksi OSN tahun ini hingga akhirnya berhasil mengamankan tiket ke tingkat nasional dan membawa nama sekolah serta Kalimantan Utara ke level yang lebih tinggi.
Hasni menyebut Sakhi merupakan siswa yang memiliki kemampuan baik di berbagai mata pelajaran. Namun, dalam persiapan OSN, kemampuan tersebut lebih diarahkan pada IPS karena bidang tersebut dinilai paling menonjol pada diri Sakhi.
“Ini first time buat sekolah kami, sehingga kami begitu bangga bahwa meskipun kami berada di perbatasan, tetapi ilmu itu tidak boleh terbatas,” ujarnya.
Untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional, Sakhi mendapat bimbingan dari guru di sekolah. Pembinaan tersebut juga melibatkan orang tua yang turut mendampingi Sakhi mengerjakan berbagai soal latihan di rumah.
Menurut Hasni, dukungan orang tua turut membantu Sakhi dalam menghadapi persiapan OSN. Saat guru memiliki kesibukan, orang tua melanjutkan pendampingan belajar di rumah agar Sakhi tetap bisa berlatih mengerjakan soal-soal.
”Karena orang tuanya juga supportnya tinggi, jadi kalau guru pendamping punya kesibukan itu diprintkan soal-soal dari berbagai referensi, kita minta orang tuanya untuk mendampingi di rumah,” katanya.
Bagi SDIT Al Huda Sebatik, keberhasilan Sakhi menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa siswa di wilayah perbatasan juga memiliki kesempatan untuk berprestasi dan bersaing di tingkat nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....