BBM ke Krayan Selatan Diangkut Ojek, Ongkos Capai Rp15 Ribu Per Liter
- 21 Agt 2026 11:40 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Akses jalan yang belum sepenuhnya pulih membuat distribusi BBM ke Krayan Selatan masih harus menggunakan ojek roda dua. Hal ini mengakibatkan ongkos angkut BBM mencapai Rp15 ribu per liter.
Camat Krayan Selatan Oktavianus mengatakan, biaya tersebut merupakan kesepakatan antara penyalur BBM dan pengemudi ojek karena kendaraan roda empat belum bisa melewati seluruh jalur menuju Krayan Selatan. Dua titik jalan yang masih sulit dilalui mengakibatkan pengiriman BBM harus dilakukan secara bertahap dengan kendaraan roda dua.
"Karena BBM ini kan kebutuhan mendesak ya, maka disepakatilah Rp15 ribu per liter untuk ongkos angkutnya, karena kalau di bawah itu ojeknya tidak mau," kata Oktavianus, Jumat (21/8/2026).
Oktavianus menyebut, distribusi BBM sangat mendesak karena pasokan tersebut dibutuhkan untuk menghidupkan listrik PLN dan menjaga jaringan komunikasi di Krayan Selatan. Menurutnya, tanpa pasokan BBM, layanan listrik dan komunikasi di wilayah tersebut terganggu.
Keterbatasan angkutan roda dua juga berdampak pada jumlah BBM yang bisa dikirim dalam sekali perjalanan sangat terbatas. Kondisi ini berdampak pada waktu pelayanan listrik yang sebelumnya hanya sekitar empat jam, kini mulai meningkat menjadi enam jam dalam dua hari terakhir.
"Ini sudah dua hari ini sudah enam jam, karena BBM masih terbatas,” ujarnya.
Oktavianus mengatakan, keterbatasan listrik juga berdampak pada jaringan internet di Krayan Selatan. Saat listrik padam pada siang hari, jaringan wifi juga terhenti dan baru bisa digunakan kembali pada malam hari ketika listrik menyala.
Pemerintah berharap dua titik jalan yang masih dalam perbaikan dapat dituntaskan pekan ini. Jika akses tersebut kembali bisa dilalui kendaraan roda empat, distribusi BBM dan logistik dari Long Bawan, Krayan Induk, menuju Krayan Selatan diharapkan kembali lancar dan tidak lagi bergantung pada ojek.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....