Kabupaten Nunukan Memiliki Lahan Baku Sawah Ribuan Hektar
- 28 Jan 2026 07:38 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan-Kepala Bidang Infrastruktur Pangan, Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan Sambiyo mengatakan Luas Baku Sawah (LBS) di Kabupaten Nunukan saat ini tercatat 3.423,07 Ha, luas lahan tersebut dilakukan eksisting selama tiga tahun, sejak tahun 2023-2025, yang tersebar di 17 Kecamatan dari 21 Kecamatan karena ada beberapa Kecamatan seperti Lumbis Ogong, Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, dan Tulin Onsoi tidak mempunyai sawah, setelah memetakan lahan tersebut diharapkan akan menetapkan jadwal tanam kemudian beberapa lokasi termasuk Nunukan, Sebatik, Sembakung akan melakukan peningkatan produksi dengan eksten dari IP 100 menjadi IP 200.
“100 ke 200 artinya satu kali tanam setahun kita akan tingkatkan menjadi dua kali tanam setahun, dan kita mulai tahun lalu kita sudah eksebisi ya kita coba di wilayah Krayan karena Krayan ini kan luas. Krayan di data kita 620 sekian, Krayan Timur 264, kemudian Krayan Barat 930,6, kemudian Krayan Selatan 419,57, Krayan Tengah 197,96”, ucapnya, Rabu, (28/1/2026).
Sambiyo menjelaskan apabila 3.423,07 Ha dapat IP 200, maka Kabupaten Nunukan memiliki sekitar 6.800 Ha, hal tersebut menjadi prestasi yang menggembirakan, belum termasuk padi ladang. Oleh sebab itu tidak muluk-muluk dulu, yang eksisting bisa IP 200 dijaga tetap full, sesuai dengan Lahan Baku Sawah ini, kemudian secara perlahan akan mensosialisasikan ke wilayah Kecamatan.
“Di Kecamatan lain yang dari IP 100 tanam sekali, kita akan tingkatkan ke IP 200, supaya produksi padi kita bisa meningkat. Sebenarnya kalau kita intensifikasi kalau pun IP 100 itu di Krayan harusnya kita swasembada karena memang jumlah Luas Baku Sawah itu dibandingkan dengan jumlah penduduk kalau itu panen satu kali setahun saja dengan produktivitasnya diatas 3,5 ton itu sudah produksinya sudah swasembada khusus untuk wilayah Krayan”, ujarnya.
Ia menyebut untuk Pulau Sebatik berada di angka 500 Ha lebih, apabila IP 200 berarti ada 1.000 Ha hal tersebut dapat ditingkatkan produktivitas sampai diatas 5 ton per hektar Pulau Sebatik dapat swasembada pangan. (DR).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....