Pengusaha Ungkap Cuaca Panas Jadi Tantangan Peternak Telur Nunukan

  • 07 Agt 2026 10:37 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Pengusaha ayam petelur di Nunukan menyebut cuaca panas menjadi tantangan terbesar dalam menjaga produksi telur.
  • Manajemen kandang harus diterapkan secara optimal agar biaya produksi tetap terkendali dan produktivitas meningkat.
  • Kebijakan harga acuan pemerintah dinilai membantu, namun belum menyelesaikan seluruh kendala usaha peternak.

RRI.CO.ID, Nunukan - Pengusaha ayam petelur menyebut cuaca panas menjadi tantangan terbesar usaha peternakan di Nunukan. Kondisi tersebut terjadi sejak awal tahun dan masih berlangsung hingga sekarang.

Cuaca panas mempengaruhi kondisi kandang dan produktivitas ayam petelur di Nunukan. Peternak harus menyesuaikan pengelolaan kandang agar produksi tetap terjaga. Hal itu disampaikan Pengusaha Ayam Nunukan, Riswandi.

"Untuk usaha Ayam Petelur, khususnya di Kabupaten Nunukan, kami punya kendala yaitu soal cuaca atau iklim. Apalagi sekarang di Indonesia ini lagi musim panas dari awal tahun sampai sekarang," katanya, Jum'at (07/08/2026).

Perubahan iklim meningkatkan risiko penurunan produktivitas ayam petelur di kandang. Kondisi tersebut juga berdampak pada efisiensi biaya produksi peternak.

Peternak perlu menerapkan manajemen kandang secara optimal untuk menjaga kesehatan ayam. Langkah tersebut diharapkan mampu mempertahankan produksi telur tetap stabil.

"Jadi, tantangannya sangat berat. Jadi, manajemen di kandang harus betul-betul diterapkan," ujarnya.

Peternak terus berupaya meningkatkan efisiensi agar produksi tetap berjalan di tengah tantangan cuaca. Kebijakan harga pemerintah dinilai menjadi salah satu bentuk dukungan bagi pelaku usaha.

"Karena itu untuk menyangkut biaya produksi dan supaya produksi terus meningkat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....