Musim Kemarau, 3 Desa Krisis Air Bersih
- 20 Sep 2024 15:18 WIB
- Mataram
KBRN, Dompu : 3 Desa di kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, yakni Desa Baka Jaya, Matua dan Serakapi meski musim kemarau baru dimulai, sudah mengalami krisis air bersih. Penduduk tiga desa ini, hanya mengandalkan droping air bersih dari pemerintah, yang jumlahnya terbatas.
Muhammad Saudi Kahir, warga Desa Matua Kecamatan Woja mengatakan, suplai air bersih dari BPBD, hanya didistribusi dua hari sekali dengan kendaraan tangki kapasitas lima ribu liter. Dengan suplai air yang hanya lima ribu liter itu, tidak sebanding dengan jumlah KK yang ada.
"Dropping dari BPBD dan Polres, hanya dua kali dalam seminggu. Dan ini menjadi rebutan warga," katanya, Jum’at (20/9/2024).
Dropping yang dilakukan itu, digunakan warga desa ini hanya untuk keperluan masak dan minun. Sementara untuk mandi dan cuci, warga masih mengaharapkan air sungaiyang jaraknya kurang lebih 3 km dari perkampungan warga.
Tiga desa ini, merupakan berada di perbukitan, sehingga untuk melakukan pengeboran air, sangat sulit. Selain biayanya mahal, juga dipenuhi dengan batu cadas di kedalaman 2 meter.
"Kami hanya mengandalkan sumur resapan hujan. Jika tidak hujan dalam sepekan, dipastikan sumur kami mengering," tambahnya.
Tidak hanya di tiga desa ini, beberapa desa di Kecamatan Dompu, juga mengalami krisis air. Beberapa desa tersebut seperti di Keluarahan Kandai Satu, Desa Kareke dan Sebagian desa Manggeasi, juga mengalami krisis air bersih.
Jika di Kecamatan Woja, warga sebelumnya mengandalkan air sumur, di Kecamatan Dompu ini, saluran PDAM terputus. Berkali-kali warga mengajukan perbaikan pipa PDAM, namun tak kunjung dipenuhi. Warga di kecamatan Dompu ini, bertahun-tahun hanya mengandalkan suplai air dari BPBD, meski dimusim hujan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....