Merayakan Kemerdekaan Bapanas Gelar Gerakan Pangan Murah di Batas Negara

  • 17 Agt 2024 17:56 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua : Merayakan Hari ulang tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu yang bekerjsama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Atambua, mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Pos Lintas Batas Negara Terpadu (PLBN), Mota'ain Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu perbatasan Indonesia - Timor Leste, Sabtu (17/8/2024).

Kegiatan Peluncuran Gerakan Pangan murah tersebut ditandai dengan penguntingan Pita yang dilakukan oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri RI, Dr. Yusharto Huntoyungo, bersama Direktur Regional II Badan Pangan Nasional (Bapanas) Muhamad Rodo.

Bapanas melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM).

Pada kesempatan tersebut, Kepala BSKDN Kemengdari RI, Dr. Yusharto Huntoyungo, mengatakan Gerakan panagan murah yang dilaksanakan dalam merayakan kemederdekaan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ada di kawasan PLBN agar mendapatkan bahan pokok yang terjangkau.

Dikatakan, gerakan lewat panga murah ini diharapkan dapat mencegah atau mengendalikan terjadinya Inflasi yang menghantui banyaknya Negara saat ini.

"Jadi Karena mereka dibatasi produksinya dan tidak mengelola dengan benar distribusi komoditas dari produsen kepada konsumen," ungkapnya di Pasar PLBN Motaain,"Ungkapnya.

Lanjutnya, PLBN menjadi salah satu tempat untuk mempertemukan antara produsen dan konsumen yang ada di Wilayah Perbatasan sehingga berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat dapat tersedia dengan jumlah yang cukup dan kualitas baik serta harga terjangkau.

"Saya mengapresiasi upaya yang dilakukan PLBN, dukungan dari Bapanas melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu dan bekerjasama dengan Bulog,"Ungkapnya..

Menurut Yusharto kepada para pelaku UMKM bersama dengan seluruh stakeholders berikut di kawasan Perbatasan untuk menjaga agar terjadi stabilitas distribusi dengan memperhatikan rantai pasok sehingga menekan inflasi.

Gerakan pangan murah tersebut menjual berbagai jenis kebutuhan pokok seperti, Beras SPHP 10 ton harga 12.000/Kg,Minyak goreng 420 liter harga 16.500,Gula 250 kg harga 17.500,Terigu 20 Kg harga 12.000.

Pantauan rri.co.id ribuan masyarakat memadati pasar PLBN Mota'ain untuk memberli kebutuhan pokok yang dijual selain itu juga ada yang membeli produk UMKM yang dijual.(fb).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....