Ketua KPK Buka Pendidikan Bela Negara

Pembukaan sekolas wawasan kebangsaan pegawao KPK

KBRN, Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri secara resmi membuka Pendidikan dan Latihan Bela Ngera serta Wawasan kebangsaan bagi pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan dalam peralihan pegawai KPK menjadi ASN di Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

"Hari ini saya membuka secara resmi Pendidikan dan Latihan Bela Negara serta Wawasan Kebangsaan di Universitas Pertahanan Sentul, Bogor, Jawa Barat," kata Firli dalam keterangannya, Kamis (22/7/2021).

Firli juga menyampaikan apresiasinya kepada pegawai KPK yang bersedia mengikuti diklat wawasan kebangsaan ini.

"KPK mengapresiasi seluruh pegawai yang bersedia mengikuti diklat tersebut. Hari ini jadi hari besar dengan jiwa ksatria, dimana insan pegawai KPK bersedia mengabdi, cinta dan setia untuk negara sesuai cita-cita yang termaktub dalam Pancasila dan Undang-undang Dasar," jelasnya.

Tak hanya melakukan pembukaan pendidikan, Firli juga bertemu dengan Rektor UNHAN RI dam berharap bisa membuka kerjasama unguk penindakan pegawai KPK dijenjang Pascasarjana.

"Bersamaan dengan pembukaan secara resmi Pendidikan dan Latihan Bela Negara serta Wawasan Kebangsaan di UNHAN RI. Saya bertemu dengan Rektor UNHAN RI, Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc. Terbuka besar kemungkinan kerjasama pendidikan untuk pegawai KPK dijenjang Pasca Sarjana," paparnya.

Setelah upacara pembukaan pendidikan latihan bela negara dan wawasan kebangsaan bagi pegawai KPK.

Ketua KPK melanjutkan kegiatan kunjungan ke Markas BNPT dan diterima Kepala BNPT Komjen Pol Drs Boy Rafli Amar di kantor BNPT Sentul Bogor untuk melakukan MoU antat lembaga terkait pendidikan anti korupsi.

"KPK dan BNPT akan segera merampungkan MOU terkait edukasi masyarakat khususnya pendidikan karakter untuk mencegah radikalisme, terorisme, dan budaya anti korupsi," ungkapnya.

Berkaitan dengan kerjasama tersebut, kunjungan ke BNPT dilakukan bersama Sekjen KPK Cahya F. Harefa, Deputi Dikmas Wawan Wardiana dan Direktur Diklat Anti- Korupsi KPK Dian Novianti.

"Kami mohon doa seluruh masyarakat Indonesia, agar kerjasama ini bermanfaat bagi bangsa dan Negara," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00