“Grage”, Sebutan Cirebon Dahulu Kala
- 03 Agt 2024 06:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Kota Cirebon adalah kota berintan yang berada di ujung pulau Jawa Barat. Yang uniknya di Cirebon ini mempunyai dua bahasa, yakni bahasa sunda dan bahasa cirebon. Lalu yang menjadi penasaran apa benar dahulu kala, Cirebon ini disebut dengan Grage?
Melansir dari akun media sosial Tiktok @suhendrik.0231, Grage adalah singkatan dari Nagara Gede (Kota Besar). Para orang tua dulu yang biasa memakai bebasan masih menyebut Cirebon dengan sebutan “Grage“.
Dahulu, Cirebon berupa dukuh yang bernama “Lemah Wungkuk”. Yang masyarakatnya mayoritas bekerja sebagai petani dan nelayan penangkap udang. Saking melimpahnya udang dijadikan upeti bagi kerajaan Pajajaran. Bukan udang asli melainkan udah olahan yakni petis dan terasi.
Pendiri dukuh Lemah Wungkuk adalah Pangeran Cakra Buana anak tertua dari Prabu Siliwangi. Setelah mengembara untuk spiritual dengan adiknya Rara Santang mereka singgah di daerah ini. Hingga di Dukuh ini berkembang pesat terutama di sektor pedagang terasi, udang, dan petis. Sampai akhirnya Dukuh Lemah Wungkuk jadi Kota dan Pangeran Cakra Buana ditetapkan sebagai kuwu.
Nama Cirebon diambil dari nama peti (Cai rebon atau air udang), sedangkan pedagang dari luar daerah Cirebon menyebut terasi itu dengan “Gerage”. Karena sedang mengantri membeli terasi tidak sabar, mereka berkata ”geura oge”. Itulah asal mula penyebutan “Grage” yang dikhususkan untuk kota Cirebon. Masih
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....