Tingkat Kelaparan di Indonesia Tertinggi Kedua di ASEAN

  • 24 Jul 2024 11:06 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Global Hunger Index (GHI) tahun 2023 mencatatkan tingkat kelaparan Indonesia di posisi kedua tertinggi di Asia Tenggara, yaitu di angka 17,6 dan masuk kategori kelaparan “sedang”. Angka ini membaik dibandingkan periode 2000-2015 di angka 21,9, di mana saat itu tingkat kelaparan di Indonesia tergolong "serius", dengan skor GHI di atas 20.

Melansir databoks, dari total 125 negara, GHI Indonesia menduduki posisi ke-77 dengan skor 17,6. Dengan skor tersebut, indeks kelaparan di Indonesia berada pada level moderat. Meski menurun dibandingkan pada tahun 2015, indeks kelaparan di Indonesia termasuk yang paling tinggi di ASEAN.

Tingkat Kelaparan di ASEAN (databoks)

GHI mengukur tingkat kelaparan di suatu negara berdasarkan 4 indikator, yaitu:

Prevalensi kurang gizi (undernourishment);

Prevalensi anak dengan tinggi badan di bawah rata-rata/kerdil (child stunting);

Prevalensi anak dengan berat badan di bawah rata-rata/kurus (child wasting); dan

Angka kematian anak (child mortality).

Berbagai indikator ini kemudian dirumuskan menjadi skor berskala 0—100. Makin tinggi skornya, kondisi kelaparan di suatu negara diasumsikan semakin buruk.

Berikut rincian kategori tingkat kelaparan menurut skor GHI:

Skor 0—9,9: Tingkat kelaparan rendah

Skor 10—19,9: Tingkat kelaparan sedang

Skor 20—34,9: Tingkat kelaparan serius

Skor 35—49,9: Tingkat kelaparan mengkhawatirkan

Skor 50—100: Tingkat kelaparan sangat mengkhawatirkan/ekstrem

Berdasarkan kategorisasi tersebut, pada 2023 Indonesia memiliki skor 17,6, masuk kategori kelaparan "sedang". Skor itu juga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kelaparan tertinggi (atau terburuk) ke-2 dari 9 negara ASEAN yang diriset. Satu-satunya negara tetangga yang tingkat kelaparannya lebih tinggi (atau lebih buruk) dari Indonesia hanya Timor Leste.

Sementara, 7 negara ASEAN lain memiliki tingkat kelaparan lebih rendah (atau lebih baik), yakni Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, Kamobja, Myanmar, dan Laos. Adapun skor indeks Singapura dan Brunei Darussalam tidak tercatat di basis data GHI.

Walaupun angka kelaparan di Indonesia sudah berkurang dalam beberapa tahun terakhir, tentunya masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan upaya yang perlu dilakukan secara kolektif demi mencapai ketahanan pangan yang optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....