BGN Ancam Dapur MBG Nakal! Wajib Zoom Sidak Jam 2 Pagi
- 26 Agt 2026 09:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN RI terus memperketat, pengawasan terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Kepala dapur diwajibkan bekerja dalam dua periode, yakni pukul 17.00 hingga 19.00 dan dilanjutkan pukul 02.00 hingga 08.00 waktu setempat.
- Jadi jam kerjanya adalah sore hari jam 5 sore sampai jam 7 malam, 2 jam. Kemudian jam 2 pagi dini hari sampai dengan jam 8 pagi
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memantau kehadiran pengawas gizi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui panggilan Zoom. Pemantauan kehadiran secara langsung pada pukul 02.00 dini hari tersebut menyasar seluruh unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Langkah pengawasan ketat jam operasional dapur disampaikan oleh pimpinan BGN pada Rabu, 26 Agustus 2026. Setiap unit SPPG wajib memegang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), jaminan kepemilikan sertifikasi halal.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan penerapan jadwal kerja baru bagi pengawas gizi serta kepala dapur di lokasi. Penyesuaian jam operasional difokuskan pada dua periode waktu krusial pengolahan makanan harian penerima manfaat.
“Jadi jam kerjanya adalah sore hari jam 5 sore sampai jam 7 malam, 2 jam. Kemudian jam 2 pagi dini hari sampai dengan jam 8 pagi,” kata Sudaryono dalam keterangan kepada RRI.co.id , Rabu, 26 Agustus 2026.
Inspeksi mendadak telah digelar di kawasan Jakarta guna memantau kesiapan fisik seluruh personel produksi lapangan. Pengawasan jarak jauh juga diterapkan secara acak memanfaatkan panggilan interaktif aplikasi Zoom pada pukul 02.00.
“Kita Zoom, kita cek orangnya ada nggak, pengawas gizinya ada nggak, kepala dapurnya ada nggak di jam-jam krusial itu,” ujar Sudaryono.
BGN mengidentifikasi temuan pelanggaran prosedur pengolahan bahan pangan akibat kelalaian petugas yang tidak bersiaga. Ketidakhadiran pengawas di area dapur berdampak langsung pada penurunan kualitas sajian masakan yang diproduksi.
“Soalnya ada beberapa dapur, nggak banyak gitu, itu orangnya kagak ada gitu loh. Karena kagak ada, kemudian masaknya asal-asalan,” ucap Sudaryono.
Seluruh staf pelaksana diimbau agar mematuhi standar operasional prosedur demi menjaga keselamatan konsumsi para peserta. Kedisiplinan ketat dalam pengolahan bahan baku menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan program kesehatan nasional.
“Kerja pakai hati ya, kerja pakai hati, SOP itu, SOP jangan lalai. Tidak boleh lalai sedetik pun kamu,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....