Pahami Sederet Cara Menjaga Lahan Gambut Agar Tak Mudah Terbakar

  • 23 Agt 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda sejumlah wilayah Kalimantan dengan lahan gambut sebagai kawasan yang paling rentan terbakar.
  • Lahan gambut yang kehilangan kelembapan dapat dengan mudah menjadi bahan bakar ketika terkena sumber api, terutama di musim kemarau.
  • Pencegahan kebakaran harus dilakukan sebelum kebakaran terjadi dan meluas, dengan fokus pada menjaga kelembapan lahan gambut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah Kalimantan, dengan lahan gambut menjadi salah satu kawasan rentan terbakar. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga gambut tetap basah agar tidak mudah terbakar ketika memasuki musim kemarau.

Lahan gambut yang kehilangan kelembapan dapat menjadi bahan bakar ketika terkena sumber api. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sebelum kebakaran terjadi dan meluas.

Lalu, bagaimana cara menjaga lahan gambut agar tidak mudah terbakar? Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan mengutip laman World Resource Institute.

1. Menjaga gambut tetap basah

Prinsip utama pengelolaan lahan gambut adalah mempertahankan kondisi gambut tetap basah. Upaya tersebut penting untuk mengurangi risiko gambut mengering dan mudah terbakar.

Pengelolaan tata air menjadi bagian penting dalam menjaga kelembapan gambut. Pembasahan kembali atau rewetting diperlukan terutama pada kawasan yang rentan mengalami kekeringan.

Gambut yang tetap memiliki kandungan air cukup akan lebih sulit terbakar ketika terkena sumber api. Kondisi tersebut juga membantu mempertahankan fungsi ekologis ekosistem gambut.

2. Hindari pembukaan lahan dengan cara membakar

Pembukaan lahan menggunakan api menjadi salah satu sumber risiko kebakaran gambut. Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat menyebar ketika kondisi sekitar kering.

Karena itu, Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar atau PLTB dapat menjadi alternatif dalam menyiapkan lahan. Cara tersebut dilakukan tanpa menggunakan api untuk membersihkan vegetasi.

Penyiapan lahan dapat dilakukan secara manual dengan mencabut pohon dan membersihkan vegetasi. Setelah lahan diratakan, proses pengolahan tanah dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

3. Gunakan kompos dan pupuk hayati

Pengelolaan lahan tanpa bakar tetap perlu memperhatikan kesuburan tanah. Penggunaan pupuk kompos dan pupuk hayati dapat menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman.

Cara tersebut juga menghindarkan masyarakat dari anggapan bahwa pembakaran diperlukan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Sebaliknya, pembakaran dapat menghilangkan sejumlah unsur hara penting pada gambut.

Pengelolaan tanpa bakar perlu terus diperkenalkan agar masyarakat memiliki pilihan dalam menyiapkan lahan. Edukasi menjadi penting terutama bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan gambut.

4. Pilih tanaman yang sesuai dengan karakter gambut

Pengelolaan lahan gambut juga dapat dilakukan melalui pemilihan varietas tanaman yang mampu beradaptasi. Tanaman tersebut idealnya toleran terhadap kondisi tanah yang asam maupun tergenang.

Salah satu contoh yang dapat dibudidayakan pada gambut tipis adalah padi rawa. Tanaman yang mampu bertahan dalam kondisi genangan membantu mempertahankan lahan tetap basah.

Pemilihan varietas yang sesuai dapat membuat kegiatan budidaya berjalan tanpa harus mengeringkan lahan. Dengan begitu, produktivitas dan perlindungan gambut dapat berjalan secara bersamaan.

5. Perkuat pemantauan dan pencegahan

Menjaga gambut dari kebakaran juga membutuhkan pemantauan terhadap kondisi lahan. Informasi mengenai tingkat keterbasahan dan karakteristik gambut dapat membantu menentukan kawasan yang rentan.

Pemerintah daerah di sejumlah wilayah Kalimantan terus memperkuat inventarisasi karakteristik ekosistem gambut. Data tersebut digunakan sebagai dasar pengelolaan dan mitigasi karhutla.

Masyarakat perlu segera melaporkan potensi titik api kepada petugas. Penanganan sejak dini penting agar sumber api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....