Kisah Ratu Kalinyamat, Pahlawan Asal Jepara yang Berani Lawan Portugis di Malaka
- 14 Agt 2026 09:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebagian besar masyarakat Indonesia, mungkin masih asing ketika mendengar nama pahlawan perempuan Indonesia, Ratu Kalinyamat dari Jepara, Jawa Tengah.
- Kekuatan Jepara, berkaitan dengan kemampuan membangun armada laut yang besar dan mengembangkan aktivitas perdagangan di kawasan pesisir. Posisi Jepara yang strategis, membuat wilayah tersebut menjadi tempat bertemunya pedagang
- Nama Ratu Kalinyamat juga tercatat dalam sejarah perlawanan terhadap Portugis. Pada saat itu, Portugis telah menguasai Malaka dan berusaha mempertahankan pengaruhnya di jalur perdagangan Asia Tenggara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebagian besar masyarakat Indonesia, mungkin masih asing ketika mendengar nama pahlawan perempuan Indonesia, Ratu Kalinyamat dari Jepara, Jawa Tengah. Ratu Kalinyamat merupakan sosok perempuan yang memiliki peran besar, dalam sejarah politik dan maritim Jawa pada abad ke-16.
Ratu Kalinyamat bukan hanya seorang penguasa perempuan di Jepara. Melainkan juga, pemimpin yang mampu membangun Jepara menjadi salah satu kekuatan perdagangan dan pelayaran penting di pesisir utara Jawa.
Ratu Kalinyamat dikenal sebagai putri Sultan Trenggana, penguasa Demak, dan dalam sejumlah sumber disebut memiliki nama Ratna Kencana (Retna Kencana). Setelah suaminya, Pangeran Hadlirin, meninggal dunia dalam konflik politik pada masa perebutan kekuasaan di Demak, ia mengambil peran penting.
Yakni, mengambil peran penting dalam pemerintahan Jepara dan kemudian tampil sebagai penguasa yang disegani. Di bawah kepemimpinannya, Jepara berkembang bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai kawasan perdagangan dan kekuatan maritim.
Penelitian sejarah menyebutkan, kemampuan Ratu Kalinyamat dalam memimpin membuat Jepara berkembang menjadi kota dagang. Lalu juga, berkembang menjadi pelabuhan besar pada abad ke-16.
Kekuatan Jepara, berkaitan dengan kemampuan membangun armada laut yang besar dan mengembangkan aktivitas perdagangan di kawasan pesisir. Posisi Jepara yang strategis, membuat wilayah tersebut menjadi tempat bertemunya pedagang dari berbagai daerah.
Termasuk juga, tempat berkumpulnya jaringan perdagangan yang menghubungkan Jawa dengan kawasan lain di Nusantara. Namun, kiprah Ratu Kalinyamat tidak berhenti pada urusan ekonomi dan perdagangan.
Perlawanan Terhadap Portugis
Nama Ratu Kalinyamat juga tercatat dalam sejarah perlawanan terhadap Portugis. Pada saat itu, Portugis telah menguasai Malaka dan berusaha mempertahankan pengaruhnya di jalur perdagangan Asia Tenggara.
Pada 1550, Raja Johor meminta bantuan Ratu Kalinyamat untuk menghadapi Portugis di Malaka. Pada 1551, Ratu Kalinyamat mengirimkan armada Jepara yang terdiri atas sekitar 40 kapal dengan membawa sekitar 4.000 hingga 5.000 prajurit.
Pasukan gabungan tersebut, memang belum berhasil merebut Malaka dari Portugis. Meski demikian, keterlibatan Jepara menunjukkan, Ratu Kalinyamat memiliki kemampuan untuk mengerahkan kekuatan militer dalam skala besar.
Sekaligus, Ratu Kalinyamat juga mampu menjalin kerja sama dengan kekuatan politik di luar Jawa. Sekitar dua dekade kemudian, Ratu Kalinyamat kembali menunjukkan ambisinya untuk menghadapi Portugis.
Pada 1574, Jepara kembali mengirimkan armada untuk membantu serangan terhadap Malaka. Kali ini, dalam sebuah ekspedisi besar yang melibatkan sekitar 300 kapal, termasuk puluhan kapal berukuran besar.
Catatan mengenai ekspedisi tersebut, memperlihatkan besarnya kapasitas militer yang dimiliki Jepara pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat. Kekuatan itu, tidak muncul secara tiba-tiba.
Melainkan, berkaitan dengan kebijakan Ratu Kalinyamat yang menjadikan perdagangan, pelayaran, dan armada laut sebagai bagian penting dari kekuatan pemerintahannya. Keberanian Ratu Kalinyamat bahkan mendapat perhatian dari sumber-sumber Portugis.
Ia digambarkan dengan sebutan “De Kranige Dame”, yang secara umum diterjemahkan sebagai perempuan pemberani atau perempuan tangguh. Sementara, sumber lain menyebutnya sebagai penguasa Jepara yang kaya dan berkuasa.
Julukan tersebut, menjadi menarik karena datang dari pihak yang berhadapan dengan kekuatan Jepara. Artinya, keberadaan Ratu Kalinyamat tidak hanya dikenal dalam tradisi sejarah Jawa, tetapi juga meninggalkan jejak dalam catatan pihak Portugis.
Ratu Kalinyamat juga memainkan peran penting dalam menjaga Jepara sebagai pusat ekonomi maritim. Aktivitas perdagangan dan pelayaran menjadi salah satu fondasi kekuatan pemerintahannya.
Sementara, pelabuhan Jepara berkembang sebagai salah satu simpul perdagangan penting di pesisir utara Jawa. Karena itulah, kisah Ratu Kalinyamat tidak tepat jika hanya dilihat sebagai cerita tentang seorang ratu yang menggantikan suaminya.
Ia merupakan figur politik yang mampu menggabungkan kekuasaan pemerintahan, perdagangan, diplomasi, dan kekuatan militer. Yakni, dalam menghadapi perubahan geopolitik di Asia Tenggara pada abad ke-16.
Ratu Kalinyamat diperkirakan meninggal pada 1579 dan kemudian dimakamkan di kompleks makam Mantingan, Jepara. Masjid dan kompleks makam Mantingan hingga kini menjadi salah satu peninggalan penting yang berkaitan dengan sejarah Ratu Kalinyamat.
Berabad-abad setelah masa pemerintahannya berakhir, nama Ratu Kalinyamat kembali memperoleh pengakuan resmi dari negara. Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115/TK/TH 2023 tertanggal 6 November 2023 bersama lima tokoh lainnya.
Penghargaan tersebut diberikan bukan semata karena Ratu Kalinyamat merupakan seorang perempuan yang pernah berkuasa. Lebih dari itu, sejarah mencatat bagaimana seorang penguasa perempuan dari Jepara mampu membangun kekuatan maritim.
Lalu, menggerakkan armada perang, menjalin kerja sama lintas kerajaan, dan berani berhadapan dengan kekuatan Portugis. Padahal, pada saat itu, Portugis memiliki pengaruh besar di kawasan Asia Tenggara.
Sumber:
• Sekretariat Negara RI — dasar penetapan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional melalui Keppres Nomor 115/TK/TH 2023.
• Universitas Negeri Surabaya (Unesa) — penelitian mengenai Ratu Kalinyamat sebagai penguasa Jepara 1549–1579 dan perkembangan Jepara sebagai kota dagang serta pelabuhan besar.
• GARUDA Kemdiktisaintek — metadata penelitian Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549–1579.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....