Hajjah Rasuna Said, Pejuang Emansipasi dan Pahlawan Nasional Indonesia

  • 06 Agt 2026 11:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hajjah Rasuna Said merupakan Pahlawan Nasional yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sekaligus kesetaraan hak perempuan melalui pendidikan dan organisasi
  • Rasuna Said aktif dalam berbagai organisasi pergerakan, seperti PSII dan PERMI, serta menggagas program pemberantasan buta huruf dan pendidikan bagi perempuan
  • Atas dedikasinya kepada bangsa, Rasuna Said dikenang sebagai tokoh pergerakan nasional dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata setelah wafat pada 2 November 1965

RRI.CO.ID, Jakarta - Hajjah Rasuna Said dikenal sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia sekaligus Pahlawan Nasional yang memperjuangkan persamaan hak perempuan dan laki-laki. Kiprahnya semakin menonjol ketika aktif menyuarakan semangat kebangsaan pada masa pergerakan nasional Indonesia.

Dilansir dari laman resmi Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Rasuna Said telah menunjukkan bakat kepemimpinan sejak usia muda melalui pendidikan. Semangat perjuangannya semakin terlihat ketika aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan pendidikan di Sumatra Barat.

Rasuna Said lahir dan tumbuh di lingkungan Minangkabau yang pada masa itu masih membatasi peran perempuan. Meski demikian, ia memperoleh dukungan pendidikan sejak kecil yang membentuk karakter serta pandangan kebangsaannya.

Pada usia enam tahun, Rasuna Said menempuh pendidikan di Sekolah Desa Maninjau hingga menyelesaikan kelas lima. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Diniyah School Padang Panjang di bawah pimpinan Zainudin Lebai El Yunisi.

Gempa besar yang melanda Padang Panjang pada 1926 membuat Rasuna Said kembali ke kampung halamannya di Maninjau. Ia kemudian belajar kepada H. Abdul Majid sebelum melanjutkan pendidikan di Sekolah Thawalib Payinggahan Maninjau.

Sekolah Thawalib didirikan oleh Sumatra Thawalib yang menganut paham nasionalisme serta memiliki haluan perjuangan cukup radikal. Di sekolah tersebut, Rasuna Said dikenal sebagai salah seorang murid berprestasi dengan kemampuan yang menonjol.

Kemampuan dan kecerdasannya mendorong Rasuna Said terlibat dalam berbagai organisasi yang memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia. Pada 1926, ia bergabung dengan Sarikat Rakyat dan dipercaya menjadi pengurus yang bertugas sebagai penulis.

Ketika Sarikat Rakyat berubah menjadi Partai Serikat Islam Indonesia atau PSII, Rasuna Said tetap aktif sebagai pengurus organisasi. Selain itu, ia juga bergabung dengan Persatuan Muslimin Indonesia atau PERMI yang berkembang di Sumatra Barat.

PERMI dibentuk dalam konferensi Sumatra Thawalib yang berlangsung di Bukittinggi pada 22 hingga 27 Mei 1930. Karena aturan keanggotaan partai, Rasuna Said akhirnya keluar dari PSII dan tetap melanjutkan perjuangannya bersama PERMI.

Di lingkungan PERMI, Rasuna Said berperan besar dalam bidang pendidikan melalui berbagai kursus bagi masyarakat. Ia menggagas Sekolah Menyesal untuk memberantas buta huruf serta mengajar di Sekolah Thawalib Puteri.

Rasuna Said juga memimpin Kursus Putri dan mengajar pada Kursus Normal di Bukittinggi untuk membina kader PERMI. Berkat aktivitas tersebut, perkembangan PERMI semakin meluas hingga menjangkau Tapanuli, Bengkulu, Palembang, serta Lampung.

Di balik aktivitas perjuangannya, Rasuna Said menjalani kehidupan keluarga bersama suaminya yang bernama Dusky Samad. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang putri bernama Auda yang kemudian menetap bersama keluarganya di Jakarta.

Rasuna Said terus melanjutkan pengabdiannya kepada bangsa meskipun kondisi kesehatannya semakin menurun akibat penyakit kanker yang dideritanya. Ia meninggal dunia pada 2 November 1965 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Saat wafat, Rasuna Said masih menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia dalam masa pengabdiannya. Dedikasi dan perjuangannya bagi bangsa menjadikan Rasuna Said dikenang sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....