Gerhana Matahari Total Kenapa Tidak Terlihat dari Indonesia? Ini Penjelasan BMKG
- 10 Agt 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fenomena Gerhana Matahari Total dikabarkan, bakal menghiasi langit pada Rabu, 12 Agustus 2026 mendatang. Tetapi, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung.
- BMKG mengatakan, jalur Gerhana Matahari Total tidak melintasi wilayah Indonesia. Karena, sebagian besar proses Gerhana Matahari Total itu, berlangsung ketika Indonesia berada dalam waktu malam.
- Wilayah yang berada tepat di bawah bayangan inti Bulan atau umbra akan mengalami fase total. Sedangkan daerah yang hanya terkena penumbra akan melihat gerhana sebagian
RRI.CO.ID, Jakarta - Fenomena Gerhana Matahari Total dikabarkan, bakal menghiasi langit pada Rabu, 12 Agustus 2026 mendatang. Tetapi, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung.
BMKG mengatakan, jalur Gerhana Matahari Total tidak melintasi wilayah Indonesia. Hal itu karena sebagian besar proses Gerhana Matahari Total itu, berlangsung ketika Indonesia berada dalam waktu malam.
Namun, Gerhana Matahari Total kali ini akan melewati sejumlah wilayah di belahan bumi utara. Melansir NASA, jalur totalitas melintasi Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, serta wilayah Spanyol.
Sementara, sejumlah kawasan lain di Eropa, Afrika barat laut dan Amerika Utara akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian. Bagi masyarakat Indonesia yang penasaran ingin menyaksikan fenomena astronomi tersebut, BMKG menyarankan untuk mengikuti siaran langsung NASA.
“Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total. Dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA,” kata Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu dalam keterangan resminya seperti dilansir pada laman BMKG, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.
Indonesia Tidak Masuk Jalur Gerhana Total
BMKG menjelaskan, Gerhana Matahari Total terjadi ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada hampir segaris. Dimana Bulan menutupi seluruh piringan Matahari dari sudut pandang pengamat di wilayah tertentu.
"Wilayah yang berada tepat di bawah bayangan inti Bulan atau umbra akan mengalami fase total. Sedangkan daerah yang hanya terkena penumbra akan melihat gerhana sebagian," ucap BMKG.
BMKG mencatat, Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia. Jalur bayangan Bulan pada peristiwa kali ini, berada jauh di utara khatulistiwa.
Gerhana Dimulai 15.34 UT
Secara global, proses Gerhana Matahari 12 Agustus 2026 dimulai ketika fase gerhana sebagian berlangsung pada sekitar pukul 15.34 UT. Menurut data BMKG, fase total mulai terjadi di lokasi awal sekitar pukul 16.57 UT, kemudian puncak gerhana berlangsung sekitar pukul 17.45 UT.
"Jika dikonversikan ke waktu Indonesia Barat, fase awal tersebut berlangsung pada malam hari tanggal 12 Agustus 2026. Sementara puncak gerhana terjadi sekitar pukul 00.45 WIB pada 13 Agustus 2026," ujar BMKG.
BMKG mencatat, keseluruhan proses gerhana secara global berakhir pada sekitar pukul 19.57 UT. Artinya, rangkaian fenomena tersebut berlangsung selama beberapa jam dari awal fase sebagian hingga seluruh proses gerhana berakhir.
Wilayah yang Bisa Menyaksikan Gerhana Total
NASA menyebutkan, jalur totalitas dimulai dari wilayah utara Siberia, kemudian bergerak melewati kawasan Arktik dan Atlantik Utara sebelum mencapai Islandia-Spanyol. Di luar jalur sempit tersebut, masyarakat di sebagian besar Eropa serta beberapa wilayah Amerika Utara dan Afrika akan melihat gerhana dalam fase sebagian.
Islandia menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena fase total dapat diamati di wilayah tersebut. NASA bahkan menyiapkan siaran khusus agar masyarakat di berbagai negara dapat mengikuti fenomena tersebut secara daring.
Bisa Ditonton Lewat Siaran NASA
Bagi masyarakat Indonesia yang tidak dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total secara langsung, teknologi memberikan alternatif. NASA telah menyiapkan, siaran langsung yang memungkinkan masyarakat di berbagai belahan dunia mengikuti proses gerhana dari lokasi-lokasi di jalur pengamatan.
NASA menyatakan siaran langsung akan menampilkan pemandangan gerhana dari sepanjang jalur totalitas serta wawancara dengan para ahli. Siaran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026 melalui berbagai platform resmi NASA.
Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak perlu melakukan perjalanan ke luar negeri hanya untuk mengetahui bagaimana fenomena tersebut berlangsung. Siaran daring dari lembaga antariksa dan observatorium dapat menjadi pilihan untuk menikmati peristiwa astronomi tersebut dari rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....