Laut Andaman Diguncang Gempa M5.7, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

  • 09 Agt 2026 10:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa bumi tektonik dengan magnitudo M5.4 mengguncang Laut Andaman pada 9 Agustus 2026 pukul 10:02:05 WIB dengan kedalaman 40 km.
  • Episenter gempa terletak di koordinat 6.80° LU; 93.91° BT, berjarak 186 km Barat Laut Kota Sabang, Aceh.
  • Berdasarkan hasil pemodelan tsunami dari BMKG, gempa bumi ini tidak berpotensi menghasilkan tsunami.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wilayah Laut Andaman diguncang gempa bumi tektonik pada Minggu 9 Agustus 2026, pukul 10:02:05 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.4 pada kedalaman 40 km.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.80° LU; 93.91° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 186 km Barat Laut Kota Sabang, Aceh. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser-naik (oblique-thrust fault)," jelas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc. dalam keterangan pers, Minggu 9 Agustus 2026.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Sukakarya, Kota Sabang; Pulo Aceh, Aceh Besar; Sukajaya, Kota Sabang.

Hingga pukul 10:30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). "BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat, " ucapnya.

Kepada masyarakat sekitar diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260809100458&day=578, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg, " kata Wijayanto mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....