Cuaca Hari ini Didominasi Berawan, BMKG Tetap Ingatkan Warga Waspada Hujan Lebat
- 09 Agt 2026 09:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMKG memprakirakan, cuaca di sejumlah kota besar Indonesia pada hari ini, Minggu, 9 Agustus 2026, didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal.
- Meski sebagian besar kota besar diprakirakan berawan, BMKG tetap mengingatkan, adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia.
- Selain konvergensi, BMKG juga memantau daerah konfluensi atau pertemuan aliran angin. Pola tersebut terpantau di Selat Malaka bagian utara, Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi, serta wilayah Samudra Pasifik
RRI.CO.ID, Jakarta - BMKG memprakirakan, cuaca di sejumlah kota besar Indonesia pada hari ini, Minggu, 9 Agustus 2026, didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal. Meski demikian, masyarakat di beberapa wilayah tetap diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Prakirawan BMKG, M. Rizki mengatakan, kondisi cuaca berawan hingga berawan tebal berpotensi terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia. “Sementara itu hujan ringan berpotensi terjadi di Pekanbaru dan Padang,” kata Rizki dalam keterangan persnya seperti dilansir Antara, Minggu, 9 Agustus 2026.
Sejumlah Kota di Sumatra Berawan
Di Pulau Sumatra, cuaca berawan hingga berawan tebal diprakirakan menyelimuti Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, dan Pangkal Pinang. Sementara itu, Pekanbaru dan Padang berpotensi mengalami hujan ringan.
Sementara, Palembang diprakirakan mengalami kondisi udara kabur. Kondisi serupa, juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lainnya yang mengalami penurunan jarak pandang akibat kondisi atmosfer.
Bandar Lampung memiliki potensi berbeda dengan sejumlah kota lainnya. BMKG memperkirakan wilayah tersebut berpotensi mengalami kondisi asap atau kabut.
Pulau Jawa Didominasi Cuaca Berawan
Beralih ke Pulau Jawa, kondisi berawan hingga berawan tebal juga mendominasi prakiraan cuaca di sejumlah kota besar. Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya diprakirakan mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pusat aktivitas masyarakat di Pulau Jawa berpotensi mengalami cuaca relatif teduh. Namun, masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan prakiraan cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sepanjang hari.
Lalu, Yogyakarta diprakirakan mengalami kondisi udara kabur. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan jarak pandang.
Kalimantan Diprediksi Berawan
Sejumlah kota besar di Kalimantan juga diprakirakan berada dalam kondisi berawan hingga berawan tebal. Cuaca tersebut berpotensi terjadi di Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Samarinda.
Kemudian, Tanjung Selor memiliki potensi mengalami udara kabur. Kondisi ini perlu diperhatikan terutama oleh masyarakat yang melakukan perjalanan melalui jalur darat maupun aktivitas yang membutuhkan jarak pandang cukup baik.
Indonesia Timur Didominasi Cerah Berawan hingga Berawan
Untuk wilayah Indonesia bagian timur, sebagian besar kota diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, dan Manokwari.
Sejumlah daerah lainnya berpotensi mengalami hujan ringan. Wilayah tersebut meliputi Mamuju, Ambon, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.
Sementara itu, Sorong berpotensi mengalami kondisi asap atau kabut. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau memperhatikan jarak pandang, terutama saat melakukan perjalanan.
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat
Meski sebagian besar kota besar diprakirakan berawan, BMKG tetap mengingatkan, adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Potensi hujan tersebut, dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan.
Salah satu faktor yang berperan adalah keberadaan daerah perlambatan angin atau konvergensi. Pola tersebut terpantau di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Konvergensi merupakan kondisi ketika aliran angin bertemu dan mengalami perlambatan di suatu wilayah. Kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan.
Selain konvergensi, BMKG juga memantau daerah konfluensi atau pertemuan aliran angin. Pola tersebut terpantau di Selat Malaka bagian utara, Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi, serta wilayah Samudra Pasifik di sebelah utara Pulau Halmahera hingga utara Papua.
Kondisi atmosfer tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah konvergensi dan konfluensi. Karena itu, kondisi cuaca yang terlihat berawan di suatu kota tidak serta-merta berarti seluruh wilayah di sekitarnya terbebas dari potensi hujan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....